Boy Simamora Tidak Tewas Diterkam Buaya, Siapa Pembunuhnya?

Kematian Boy Simamora Ternyata Bukan Karena Dimakan Buaya

Kematian Boy Simamora (21), seorang pria asal Sirondorung, Manduamas, Tapanuli Tengah akhirnya terbantahkan disebabkan karena dimakan buaya. Awalnya, Boy dinyatakan tewas akibat diterkam buaya setelah jasadnya ditemukan di Sungai Saga pada akhir Mei 2026 lalu. Namun, fakta ini terungkap setelah Satreskrim Polres Tapanuli Tengah melakukan gelar perkara pada Rabu (15/7/2026).

Pada sore hari itu, penyidik mengundang orangtua Boy Simamora, pengacara, hingga dokter forensik dari RSUD Pandan untuk menghadiri gelar perkara. Proses ini berlangsung selama sekitar 90 menit dan dianggap sangat penting bagi keluarga karena mengungkap penyebab kematian sebenarnya.

Hasil Forensik Menunjukkan Kematian Akibat Trauma Benda Tumpul

Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi dan ahli forensik, ditemukan bahwa penyebab kematian Boy Simamora adalah mati lemas akibat trauma benda tumpul yang menyebabkan udara tidak bisa masuk ke paru-paru. Hal ini juga didukung oleh kesimpulan yang disampaikan oleh pengacara keluarga, Parlaungan Silalahi.

“Penyebab kematian Boy Simamora adalah mati lemas akibat trauma benda tumpul. Kami juga memastikan bahwa bukan karena dimakan atau diterkam buaya,” ujarnya.

Tidak Ada Bekas Gigitan Buaya di Tubuh Korban

Menurut Parlaungan, hasil forensik menunjukkan bahwa tidak ada bekas gigitan buaya sama sekali di tubuh Boy Simamora. “Buaya memiliki gigi yang lebih panjang dibandingkan hewan lain. Ini menjadi indikasi adanya dugaan tindak pidana pembunuhan. Kami belum bisa memastikan pelakunya saat ini,” katanya.

Ia meminta kepada Kapolres Tapanuli Tengah AKBP Alan Haikel agar mendalami kasus ini lebih lanjut. “Kami hanya ingin keadilan ditegakkan agar orangtua Boy Simamora mendapatkan kepastian hukum,” tambahnya.

Pelaku yang Patut Dicurigai

Parlaungan juga meminta kepolisian untuk memanggil lima orang teman Boy Simamora yang sempat bersama-sama di areal kebun sawit di Sirandorung. “Kami mendapat informasi bahwa kelimanya telah melarikan diri. Kami menduga ada kaitan atau kerja sama dengan oknum atau pelaku lain,” ujarnya.

Saksi Pertama yang Melihat Kejadian

Sosok Titus Siregar kembali diungkap oleh pihak keluarga sebagai orang pertama yang melihat Boy Simamora dimakan buaya di Sungai Sirandorung. “Dia adalah orang yang pertama kali melihat ada sesosok mayat dan kemudian buaya mencicipinya. Tapi dia tidak menyatakan bahwa itu adalah Boy Simamora. Kami minta dia dipanggil dalam waktu 2×24 jam,” katanya.

Dari mulut Titus Siregar, awalnya masyarakat percaya bahwa Boy tewas akibat dimakan buaya. Namun, banyak kejanggalan membuat kedua orangtuanya mulai curiga.

Ibu Boy Simamora Menangis

Di tengah proses gelar perkara, kedua orangtua Boy Simamora tiba-tiba meninggalkan ruangan. Raut wajah mereka menunjukkan kesedihan, terutama sang ibu, Felisiana Tampubolon. Ia tak kuasa menangis ketika dihubungi keluarga.

“Saya menangis karena sedih teringat lagi waktu diminta keterangan tentang anak, Boy Simamora. Harapannya agar Bapak Kapolres memberikan keadilan bagi kami orangtuanya. Saya belum ikhlas anak saya mati seperti ini,” ucapnya.

Penjelasan Kasat Reskrim

Kasat Reskrim Polres Tapanuli Tengah Iptu Dian Agustian Perdana membacakan hasil forensik penyebab kematian Boy Simamora. “Ketika masuk ke dalam air masih dalam keadaan hidup. Kemungkinan besar juga ketika berada di dalam air, seperti adanya akibat trauma akibat benda tumpul,” kata Dian.

Disinggung soal akibat buaya, Dian kembali menegaskan bahwa saksi yang melihat Boy Simamora dimakan buaya di Sungai Saga sudah diperiksa. “Saksi sudah kami mintai keterangan. Dokter menyatakan ada bekas gigitan, tapi karena tidak melihat langsung, dia tidak bisa menyimpulkan digigit hewan apa,” katanya.

Dian menjelaskan bahwa Polres Tapanuli Tengah akan terus melanjutkan penyelidikan terhadap kematian Boy Simamora agar semakin terang benderang. “Kami juga akan mendatangi lokasi-lokasi yang bisa menguatkan dalam perkara ini,” pungkasnya.