Lokal  

Dedi Mulyadi Berduka: 3 Kru Odong-Odong Tewas Tersengat Listrik di Bekasi

Tragedi Mengiris Hati: Tiga Kru Odong-Odong Sisingaan Tewas Akibat Tersengat Listrik di Bekasi

Sebuah insiden tragis merenggut nyawa tiga kru odong-odong sisingaan asal Subang saat sedang melakukan arak-arakan di Bekasi. Peristiwa memilukan ini juga mengakibatkan dua kru lainnya mengalami luka-luka serius akibat sengatan listrik yang tak terduga. Kejadian nahas ini terjadi di Kampung Cibeureum, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa sore, Juni 2026.

Lima orang kru odong-odong yang bertugas menarik dan mendorong gerobak sound system menjadi korban dalam musibah ini. Kronologi kejadian bermula ketika salah seorang kru berupaya mengangkat kabel listrik yang melintang di atas gerobak sound system yang terbuat dari besi. Tanpa disadari, tindakan tersebut memicu aliran listrik yang dengan cepat merambat ke kru-kru lain yang berada di sekitar gerobak. Keseluruhan gerobak yang terbuat dari material besi menjadi penghantar listrik yang mematikan.

Tiga kru yang meninggal dunia di lokasi kejadian adalah Galang (18 tahun), Juhan (20 tahun), dan Rinto (29 tahun). Sementara itu, dua kru lainnya yang selamat namun mengalami luka parah adalah Rizal (18 tahun) yang mengalami luka di bagian kaki, serta Rizki Maulana (22 tahun) yang menderita luka bakar pada bagian kaki dan kepala. Seluruh korban diketahui merupakan warga Kabupaten Subang, Jawa Barat, yang tengah mencari nafkah untuk keluarga mereka.

Respons Cepat dan Simpati Mendalam dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat

Menyikapi insiden yang sangat disayangkan ini, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyampaikan duka cita yang mendalam. Melalui unggahan di platform TikTok pada Rabu, Juni 2026, beliau mengungkapkan rasa belasungkawa atas berpulangnya tiga kru odong-odong sisingaan tersebut.

“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, kami menyampaikan duka yang mendalam atas meninggalnya tiga orang kru gotong singa (asal) Kabupaten Subang, yang meninggal di Bekasi karena tersengat aliran listrik,” ujar Dedi Mulyadi. Ia juga mendoakan agar almarhum diterima iman dan Islamnya, diampuni segala dosanya, serta mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Lebih lanjut, Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) untuk segera memberikan bantuan. “Kami akan segera menyampaikan uang duka bagi ketiga korban tersebut,” tutupnya, menunjukkan perhatian dan kepedulian pemerintah terhadap musibah yang menimpa warganya.

Rincian Kronologi Kejadian dan Tindakan Penyelidikan

Kepala Humas Polres Metro Bekasi, AKP Aliyani, menjelaskan lebih lanjut mengenai kronologi kejadian. Menurut keterangannya, insiden terjadi ketika rombongan sisingaan hendak melanjutkan perjalanan setelah beristirahat.

  • Awal Mula Insiden:
    Salah satu personel yang berada di atas gerobak sound system mencoba mengangkat kabel listrik PLN menggunakan tangannya.
    Seketika, korban langsung tersengat aliran listrik.

  • Perambatan Aliran Listrik:
    Karena gerobak sound system terbuat dari material besi, aliran listrik dengan cepat merambat ke kru-kru lain yang berada di sekitarnya.
    Hal ini menyebabkan beberapa orang tersengat listrik secara bersamaan.

Ketiga korban yang meninggal dunia dinyatakan meninggal di lokasi kejadian. Sementara itu, dua korban lainnya segera dievakuasi ke RS Radjak Cikarang Utara untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

Menindaklanjuti kejadian ini, jajaran Polsek Cikarang Utara bersama Polres Metro Bekasi segera mendatangi lokasi untuk melakukan penyelidikan mendalam. Langkah-langkah yang diambil meliputi:

  • Pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP).
  • Pemasangan garis polisi untuk mengamankan area.
  • Pengambilan keterangan dari sejumlah saksi, termasuk anggota Linmas dan penanggung jawab hajatan.
  • Koordinasi dengan pihak dokter di RS Radjak terkait kondisi korban luka.

Tim Inafis Polres Metro Bekasi juga telah melakukan olah TKP untuk mengumpulkan petunjuk dan barang bukti yang dapat membantu mengungkap penyebab pasti peristiwa ini. Hingga saat ini, penyebab pasti insiden masih dalam proses penyelidikan. Dugaan sementara, para korban tersengat aliran listrik dari jaringan kabel PLN yang berada di sekitar lokasi kegiatan arak-arakan. Pihak kepolisian terus mendalami keterangan saksi dan hasil olah TKP untuk menyusun kronologi lengkap kejadian ini.