Harta Nanik S Deyang: Kepala BGN Baru Pengganti Dadan Hindayana

Perubahan Kepemimpinan di Badan Gizi Nasional: Nanik S Deyang Gantikan Dadan Hindayana

Pemerintah Indonesia melalui keputusan Presiden Prabowo Subianto telah melakukan pergantian strategis di pucuk pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). Pada hari Selasa, Juni 2026, Dadan Hindayana resmi dicopot dari jabatannya sebagai Kepala BGN. Posisi yang ditinggalkan Dadan kini diisi oleh Nanik S Deyang, yang ditunjuk langsung oleh Presiden.

Keputusan reshuffle ini, menurut Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, merupakan hasil dari proses evaluasi dan pemantauan kinerja yang telah berlangsung selama kurang lebih satu setengah tahun terakhir. “Selama kurang lebih hampir 1,5 tahun melakukan monitoring, melakukan evaluasi, maka pada hari ini, Selasa, Juni 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian terhadap Kepala Badan Gizi Nasional,” jelas Prasetyo Hadi dalam konferensi pers yang digelar di Istana Kepresidenan pada hari yang sama. Beliau menambahkan, “Untuk selanjutnya, Bapak Presiden memutuskan mengangkat Saudari Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN.”

Penunjukan Nanik S Deyang sebagai nakhoda baru BGN juga membawa sorotan terhadap rekam jejak kekayaannya. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan pada 17 Januari 2025, Nanik S Deyang tercatat memiliki total kekayaan sebesar Rp 6.303.290.605. Menariknya, dalam laporan tersebut, Nanik S Deyang tercatat tidak memiliki utang sama sekali, sebuah indikator stabilitas finansial yang patut diperhatikan.

Rincian Harta Kekayaan Nanik S Deyang

Analisis mendalam terhadap LHKPN Nanik S Deyang menunjukkan bahwa mayoritas kekayaannya terkonsentrasi pada aset properti. Berikut adalah rinciannya:

  • Aset Tanah dan Bangunan:
    Sebesar Rp 5.402.000.000 dialokasikan untuk tanah dan bangunan. Aset ini tersebar di beberapa lokasi, dengan mayoritas berada di Kota Depok dan sebagian di Kota Bekasi. Kepemilikan aset-aset ini sebagian besar tercatat sebagai hasil dari usaha sendiri. Rinciannya meliputi:

    • Tanah dan Bangunan seluas 105 m2/80 m2 di Kab/Kota Bekasi, hasil sendiri: Rp 700.000.000
    • Tanah dan Bangunan seluas 237 m2/320 m2 di Kab/Kota Depok, hasil sendiri: Rp 1.500.000.000
    • Tanah dan Bangunan seluas 199 m2/300 m2 di Kab/Kota Depok, hasil sendiri: Rp 1.200.000.000
    • Tanah dan Bangunan seluas 102 m2/306 m2 di Kab/Kota Depok, hasil sendiri: Rp 700.000.000
    • Tanah dan Bangunan seluas 219 m2/400 m2 di Kab/Kota Depok, hasil sendiri: Rp 328.500.000
    • Tanah dan Bangunan seluas 140 m2/200 m2 di Kab/Kota Depok, hasil sendiri: Rp 210.000.000
    • Tanah dan Bangunan seluas 400 m2/800 m2 di Kab/Kota Depok, hasil sendiri: Rp 600.000.000
    • Tanah dan Bangunan seluas 109 m2/204 m2 di Kab/Kota Depok, hasil sendiri: Rp 163.500.000
  • Alat Transportasi dan Mesin:
    Nilai total aset transportasi yang dilaporkan mencapai Rp 705.000.000. Koleksi kendaraan Nanik S Deyang meliputi:

    • Mobil BMW 520I CKD A/T tahun 2014, hasil sendiri: Rp 460.000.000
    • Mobil Toyota Avanza 1300 G tahun 2007, hasil sendiri: Rp 65.000.000
    • Mobil Toyota Fortuner 2.7 LUX A/T tahun 2013, hasil sendiri: Rp 180.000.000
  • Harta Bergerak Lainnya: Tidak dilaporkan adanya harta bergerak lainnya.

  • Surat Berharga: Tidak dilaporkan adanya surat berharga.

  • Kas dan Setara Kas: Nanik S Deyang memiliki kas dan setara kas senilai Rp 196.290.605.

  • Harta Lainnya: Tidak dilaporkan adanya harta lainnya.

Dengan total kekayaan bersih sebesar Rp 6.303.290.605, Nanik S Deyang kini memegang tanggung jawab besar untuk memimpin Badan Gizi Nasional dalam upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat Indonesia. Penunjukan ini diharapkan membawa angin segar dan inovasi dalam program-program gizi nasional, serta memastikan efektivitas kebijakan yang dijalankan oleh lembaga tersebut. Evaluasi kinerja yang menjadi dasar pergantian ini menandakan komitmen pemerintah untuk terus mendorong peningkatan kualitas dan efisiensi kinerja di berbagai sektor strategis.