Tragedi di SPBU Sukarami: Sopir Truk Tewas Akibat Perselisihan Antrean BBM
Sebuah insiden tragis merenggut nyawa seorang sopir truk di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jalan Noerdin Panji, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami, Palembang. Peristiwa yang terjadi pada Kamis malam, Juni 2026, ini bermula dari perselisihan kecil terkait antrean bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. Korban, Yepran Firmansyah (38), warga Komplek BSA Jalan Tanjung Api-Api, Kelurahan Talang Keramat, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, harus kehilangan nyawanya akibat serangan brutal yang diduga dipicu oleh teguran sederhana.
Awal Mula Perselisihan: Teguran Sederhana yang Berujung Maut
Kejadian nahas ini bermula sekitar pukul 21.15 WIB. Saat itu, Yepran Firmansyah sedang mengantre solar menggunakan truk bernomor polisi BG 9479 CE di SPBU Sukarami. Di tengah antrean yang cukup panjang, sebuah kendaraan diduga melakukan tindakan menyerobot barisan. Melihat hal tersebut, Yepran, sebagai salah satu pengantre yang patuh, merasa perlu untuk menegur pengemudi kendaraan yang bersangkutan.
Teguran tersebut, yang seharusnya menjadi bentuk kepatuhan pada aturan, justru memicu reaksi negatif. Terjadi cekcok mulut antara Yepran dan pengemudi kendaraan yang diduga menyerobot. Adu mulut tersebut dengan cepat memanas dan berkembang menjadi perkelahian fisik di area pintu keluar SPBU. Beruntung, pada momen itu, beberapa sopir lain yang berada di lokasi segera bertindak cepat untuk melerai kedua belah pihak. Situasi sempat mereda dan dikira akan berakhir damai.
Kembalinya Pelaku dan Serangan Brutal
Namun, perdamaian yang sempat tercipta ternyata hanya bersifat sementara. Sekitar 30 menit setelah kejadian perkelahian yang dilerai, pelaku yang terlibat cekcok awal, kembali mendatangi SPBU. Kali ini, ia tidak datang sendirian. Pelaku dilaporkan kembali dengan membawa sekitar tujuh orang rekannya menggunakan sepeda motor. Kedatangan rombongan ini diduga kuat telah disertai niat jahat untuk melakukan penyerangan.
Tanpa banyak basa-basi atau upaya mediasi lebih lanjut, kelompok tersebut langsung menyerang Yepran secara membabi buta. Serangan dilakukan secara bersama-sama dengan menggunakan senjata tajam. Dalam kondisi terdesak dan terluka, Yepran berusaha menyelamatkan diri dengan mengemudikan truknya keluar dari area SPBU.
Pengejaran dan Akhir Tragis Sang Sopir
Upaya pelarian Yepran ternyata tidak berjalan mulus. Para pelaku terus melakukan pengejaran terhadap truk yang dikemudikan korban. Meskipun dalam kondisi terluka parah akibat sabetan senjata tajam, Yepran masih berusaha membawa kendaraannya menjauh dari lokasi penyerangan. Ia berhasil membawa truknya hingga ke seberang SPBU.
Namun, luka yang diderita Yepran sangat parah. Kehilangan banyak darah dan tubuh yang semakin melemah membuatnya tidak mampu lagi mengendalikan kendaraannya. Truk yang dikemudikannya akhirnya menabrak sesuatu dan berhenti. Di dalam kabin truk inilah, Yepran Firmansyah ditemukan tak sadarkan diri.
Menurut keterangan saksi mata di lokasi kejadian, para pelaku diduga masih terus melakukan penyerangan terhadap korban sebelum akhirnya meninggalkan tempat kejadian perkara.
Upaya Penyelamatan dan Pernyataan Meninggal Dunia
Melihat kondisi Yepran yang kritis, warga sekitar bersama sesama sopir yang berada di lokasi segera memberikan pertolongan. Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Myria Palembang untuk mendapatkan perawatan medis intensif. Sayangnya, setibanya di rumah sakit, upaya penyelamatan tidak berhasil. Yepran Firmansyah dinyatakan telah meninggal dunia.
Hasil pemeriksaan medis mengungkapkan bahwa korban mengalami sejumlah luka tusuk yang serius. Luka-luka tersebut terdapat pada bagian dada, rusuk, punggung, serta lengan kanan. Luka-luka inilah yang diduga kuat menjadi penyebab utama kematian Yepran.
Penyelidikan Polisi dan Perburuan Pelaku
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Sukarami, Kompol Alex Andriyan, membenarkan adanya peristiwa tragis tersebut. Berdasarkan keterangan saksi, jumlah pelaku yang terlibat dalam pengeroyokan maut ini diperkirakan mencapai tujuh orang.
“Korban sempat menegur kendaraan yang menyerobot antrean solar. Setelah itu terjadi perkelahian dan berlanjut dugaan pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” ujar Kompol Alex Andriyan.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa yang terjadi. Upaya perburuan terhadap para pelaku yang terlibat dalam aksi pengeroyokan brutal tersebut terus dilakukan. Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengumpulkan bukti-bukti yang diperlukan untuk membawa para pelaku ke pengadilan. Tragedi ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga ketertiban dan menyelesaikan perselisihan dengan cara yang damai, tanpa kekerasan yang berujung pada hilangnya nyawa.






















