Sufmi Dasco: Nanik S. Deyang Tepat Pimpin BGN, Kinerja Lapangan Memukau

Perombakan Kepemimpinan di Badan Gizi Nasional: Nanik S Deyang Gantikan Dadan Hindayana

Presiden RI Prabowo Subianto baru-baru ini mengambil langkah signifikan dengan melakukan perombakan pada jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN). Perubahan ini mencakup pencopotan Dadan Hindayana dari posisi Kepala BGN, yang kemudian digantikan oleh Nanik S Deyang. Langkah ini disambut baik oleh berbagai pihak, termasuk Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, yang menilai penunjukan Nanik sebagai keputusan yang tepat.

Dukungan Penuh dari Wakil Ketua DPR RI

Sufmi Dasco Ahmad menyatakan dukungannya terhadap keputusan Presiden Prabowo Subianto dalam merombak kepemimpinan di BGN. Menurutnya, pemilihan Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN yang baru, menggantikan Dadan Hindayana, adalah langkah strategis yang mempertimbangkan rekam jejak dan kompetensi yang dimiliki Nanik.

“Keputusan Presiden untuk mengangkat, walaupun itu adalah hak prerogatif dari pihak pemerintah, dalam hal ini Presiden, mungkin adalah pilihan yang tepat,” ujar Dasco di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Selasa malam.

Dasco menekankan bahwa Nanik bukanlah sosok yang asing di lingkungan BGN. Selama menjabat sebagai Wakil Kepala BGN, Nanik dikenal sangat aktif dalam melakukan tinjauan langsung ke lapangan. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa berbagai program yang dijalankan oleh BGN berjalan sesuai dengan standar dan ketentuan yang berlaku.

Salah satu program yang menjadi sorotan dan di mana Nanik menunjukkan peran aktifnya adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Keterlibatannya dalam pengawasan program ini menjadi salah satu alasan kuat mengapa ia dinilai layak untuk mengemban jabatan kepala. Nanik tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga dilaporkan telah mengambil tindakan tegas terhadap sejumlah dapur penyedia makanan yang tidak memenuhi standar operasional dan persyaratan yang telah ditetapkan. Tindakan tegas ini menunjukkan komitmen dan keseriusan Nanik dalam menjaga kualitas pelaksanaan program yang merupakan salah satu prioritas pemerintah.

Pengalaman dan keterlibatan langsung di lapangan ini, menurut Dasco, menjadi modal berharga bagi Nanik dalam memimpin BGN ke depannya. “Selama ini Bu Nanik adalah Wakil Kepala BGN yang belum lama di situ, tetapi kemudian Bu Nanik ini banyak melakukan kerja-kerja lapangan, melakukan monitoring-monitoring lapangan dan juga banyak sudah menutup dapur-dapur yang tidak memenuhi syarat di lapangan,” jelas Dasco. Dengan rekam jejak yang solid ini, Dasco optimistis bahwa kepemimpinan Nanik akan mampu memperkuat pengawasan dan meningkatkan kualitas pelaksanaan program gizi nasional di seluruh penjuru negeri.

Perubahan Struktur Pimpinan BGN

Perubahan di BGN tidak hanya terbatas pada posisi Kepala BGN. Presiden Prabowo Subianto juga melakukan perubahan pada posisi wakil kepala. Selain Dadan Hindayana yang dicopot dari jabatannya, dua Wakil Kepala BGN sebelumnya, yaitu Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya, juga turut dicopot.

Sebagai gantinya, Presiden Prabowo menunjuk dua figur baru untuk mengisi posisi Wakil Kepala BGN. Mereka adalah Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.

Program Makan Bergizi Gratis Tetap Berjalan

Meskipun terjadi pergantian kepemimpinan di pucuk pimpinan BGN, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memberikan jaminan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan tetap berjalan tanpa hambatan.

“Pemerintah sekali lagi menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan ini tidak akan mengganggu komitmen kita di dalam menjalankan program MBG yang dilaksanakan oleh BGN,” ujar Prasetyo dalam sebuah konferensi pers di Istana, Jakarta, pada Selasa malam.

Prasetyo menjelaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan evaluasi terhadap seluruh program yang dijalankan oleh BGN. Ia juga menekankan bahwa pelayanan BGN kepada masyarakat tidak boleh terganggu sama sekali. “Dan setiap unit kerja di lingkungan BGN diharapkan tetap menjalankan tugas sesuai tanggung jawab masing-masing,” tegasnya.

Pergantian pimpinan BGN ini diharapkan dapat menjadi momentum positif untuk penguatan program MBG. “Agar dapat berjalan dengan sebaik-baiknya, sebagai bagian dari investasi pendidikan dan sumber daya manusia kita,” imbuh Prasetyo. Dengan kepemimpinan baru dan komitmen yang kuat dari pemerintah, diharapkan program-program gizi nasional dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak yang lebih luas bagi kesehatan masyarakat.