Peran Penting Pendampingan Nutrisi dan Psikologis pada Pasien Obesitas Setelah Operasi Bariatrik

Peran Operasi Bariatrik dalam Mengatasi Obesitas

Obesitas atau kelebihan berat badan menjadi salah satu masalah kesehatan yang sering dihadapi oleh masyarakat saat ini. Gaya hidup yang tidak sehat, seperti mengonsumsi makanan ultra-proses tinggi gula dan lemak secara berlebihan serta kurangnya aktivitas fisik, dapat menjadi pemicu utama terjadinya obesitas. Untuk mengatasinya, perlu dilakukan perubahan gaya hidup, khususnya dalam hal pola makan.

Salah satu cara untuk menangani obesitas adalah melalui program weight management yang terstruktur. Salah satu metode yang sering digunakan adalah operasi bariatrik. Operasi ini menjadi pilihan bagi pasien obesitas yang membutuhkan intervensi medis untuk mencapai penurunan berat badan yang signifikan.

Bagaimana Operasi Bariatrik Berhubungan dengan Pola Makan?

Operasi bariatrik termasuk dalam terapi penyakit metabolik. Prosedur ini bekerja dengan mengubah anatomi saluran cerna sehingga membantu mengontrol rasa lapar, penyerapan kalori, serta respons hormonal yang berkaitan dengan diabetes dan gangguan metabolik lainnya.

Dr. Handy Wing, Sp.B, Subsp.BD(K), FBMS, FICS, FinaCS, menjelaskan bahwa keputusan untuk menjalani operasi bariatrik bukanlah jalan pintas. Pasien harus siap untuk beradaptasi dengan pola makan baru yang tidak biasa karena volume lambung yang menjadi lebih kecil.

Perubahan Pola Makan Sebelum dan Setelah Operasi

Secara umum, sebelum dan setelah operasi bariatrik, pola makan pasien akan mengalami perubahan signifikan. Masa setelah operasi sangat krusial karena pasien harus beradaptasi dengan lambung yang baru. Dalam masa ini, pasien perlu mendapatkan pendampingan nutrisi agar tidak mengalami defisiensi mikronutrien.

Veronica S.Gz., Ahli Gizi dan program manager dari LIGHT Group, menekankan pentingnya pendampingan nutrisi selama proses pemulihan. Meskipun ukuran lambung lebih kecil, tantangan dan godaan tetap ada. Oleh karena itu, pasien bariatrik memerlukan pendampingan berkelanjutan agar hasil operasi dapat optimal dan bertahan dalam jangka panjang.

Pentingnya Pendampingan Psikologis

Selain pendampingan nutrisi, pasien yang menjalani operasi bariatrik juga membutuhkan dukungan psikologis. Menurut data dari situs Pubmed di bawah naungan Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Amerika Serikat, sekitar 15 persen pasien bariatrik mengalami depresi akibat perubahan hormon dan metabolik.

Tara de Thouars, Psikolog Klinis dari LIGHThouse Clinic, menjelaskan bahwa bagi banyak individu, makan bukan hanya kebutuhan biologis, tetapi juga mekanisme coping. Jika akar emosional tidak ditangani, pasien bisa menghadapi rasa frustasi.

“Karena itu, pendampingan psikolog dibutuhkan agar pasien dapat lebih cepat beradaptasi terhadap perubahan dan dapat menyesuaikan pola hidup dan mindset yang baru dengan lebih efektif,” ujarnya.

Pendampingan untuk Pasien Lainnya

Pendampingan nutrisi dan psikologis ini tidak hanya berlaku untuk pasien operasi bariatrik. Pasien yang menjalani prosedur liposuction Ultrasound Fat Removal (ULFRA) juga memerlukan pemulihan yang meliputi aspek nutrisi dan psikologis.

Anna Wibowo, CMO LIGHT Group, menjelaskan bahwa tindakan pendampingan ini dilakukan oleh LIGHThouse Advanced Clinic melalui LIGHT Companion Program. Program ini fokus pada edukasi serta perubahan perilaku (lifestyle shifting) guna membantu pasien mempertahankan hasil tindakan, mencapai penurunan berat badan yang optimal, sekaligus membangun kebiasaan hidup sehat secara jangka panjang.