Kecelakaan Lalu Lintas di Padang Pariaman
Sebuah kecelakaan lalu lintas terjadi di kawasan Buayan, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman. Kecelakaan ini melibatkan dua unit kendaraan, yaitu mobil pikap Mitsubishi dengan nomor polisi BA 8736 AG dan mobil Wuling Confero BA 1255 XH. Insiden tersebut terjadi pada pukul 06.20 WIB, namun beruntung tidak ada korban jiwa.
Mobil Wuling mengalami kerusakan parah karena terbalik di pinggir jalan, menarik perhatian pengendara yang lewat. Kanit Gakkum Satlantas Polres Padang Pariaman, Aiptu Welfin Zachky, menyatakan bahwa pihaknya menerima laporan kecelakaan tersebut pada pukul 09.00 WIB. Pengemudi pikap, Irman (62), warga Batang Anai, tidak mengalami cedera apapun. Sementara itu, pengemudi Wuling, Albadrul (26), warga Kabupaten Agam, mengalami dada sesak dan muntah. Dua penumpang dari mobil Wuling juga dalam kondisi aman.
Program Tebar Kurban oleh Pemprov Sumbar
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menyiapkan program tebar kurban untuk Idul Adha 1447 Hijriah. Tujuan utama dari program ini adalah memastikan distribusi daging kurban lebih merata, terutama ke wilayah yang selama ini sulit dijangkau. Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Sumbar, Edi Dharma, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyurati seluruh OPD, BUMD, dan BUMN untuk ikut berpartisipasi dalam program tersebut.
Program ini menargetkan partisipasi minimal satu ekor sapi dari setiap OPD, yang kemudian akan dikumpulkan untuk didistribusikan ke berbagai daerah di Sumbar. Prioritas utama penyaluran adalah daerah terpencil, wilayah terdampak bencana, serta kawasan yang selama ini minim akses terhadap bantuan kurban. Selain itu, Pemprov Sumbar juga membuka ruang bagi usulan masyarakat terkait daerah yang membutuhkan distribusi daging kurban.
Menariknya, dalam program ini Pemprov Sumbar memprioritaskan penggunaan sapi lokal. Langkah tersebut tidak hanya untuk kebutuhan kurban, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi peternak di daerah.
Penanganan Pungli dan Premanisme di Objek Wisata
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengingatkan bupati dan wali kota se-Sumbar untuk meningkatkan pengawasan terhadap praktik pungutan liar (pungli) dan aksi premanisme di objek wisata. Hal ini disampaikan Mahyeldi menyusul beredarnya video cekcok antara pengunjung dengan seorang pria yang diduga warga setempat di kawasan objek wisata Pantai Padang.
Mahyeldi menegaskan, aspek hospitality atau pelayanan kepada wisatawan harus menjadi perhatian utama di seluruh objek wisata di Sumatera Barat. Selain itu, ia juga menyoroti persoalan pengelolaan parkir yang dinilai harus tertata dengan baik dan berada dalam pengawasan yang jelas.
Mahyeldi menekankan pentingnya tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang melakukan praktik premanisme di kawasan wisata, karena hal tersebut dapat merusak citra pariwisata daerah. Ia juga menekankan perlunya kejelasan harga, termasuk tarif parkir dan layanan wisata, agar pengunjung merasa nyaman dan puas.
Stabilitas Harga Bahan Pokok Jelang Idul Adha
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, berharap harga bahan pokok di wilayah Sumbar tetap terkendali menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Mahyeldi mengakui, menjelang hari besar keagamaan biasanya terjadi potensi kenaikan harga kebutuhan pokok. Namun, ia berharap kondisi tersebut tidak terjadi di Sumatera Barat.
Ia juga menyinggung kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang terjadi saat ini. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi memicu kenaikan harga pada sektor lain, termasuk bahan pokok. Meski demikian, ia tetap optimistis bahwa harga bahan pokok bisa dikendalikan melalui kebijakan pemerintah pusat serta upaya pengendalian yang dilakukan.
Dengan kondisi harga yang tetap stabil, Mahyeldi berharap tidak ada dampak signifikan terhadap daya beli masyarakat Sumatera Barat menjelang Idul Adha tahun ini.
Imbauan Gubernur untuk Berkurban
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengimbau seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Sumbar untuk berpartisipasi menyumbangkan hewan kurban pada Idul Adha 1447 Hijriah. Menurut Mahyeldi, Pemerintah Provinsi Sumbar setiap tahun telah mengagendakan bantuan hewan kurban yang dikoordinasikan melalui Pemprov bersama BUMD.
Hewan kurban tersebut nantinya akan didistribusikan ke daerah-daerah yang membutuhkan, terutama wilayah yang selama ini belum terjangkau bantuan hewan kurban. Mahyeldi berharap seluruh OPD di lingkungan Pemprov Sumbar dapat berkontribusi dalam program tersebut. Bahkan, sebelumnya menurutnya telah disepakati minimal setiap OPD menyumbangkan satu ekor sapi.
Selain itu, Mahyeldi juga meminta OPD untuk turut mengusulkan daerah-daerah yang dinilai membutuhkan bantuan hewan kurban, sehingga penyalurannya dapat lebih tepat sasaran. Diketahui, Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada Rabu (27/5/2026). Namun, penetapan resmi masih menunggu hasil sidang isbat yang akan dilakukan pemerintah.






















