Aturan Skor 3×15 Resmi Ditetapkan untuk Turnamen BWF Tahun Depan

Perubahan Sistem Skor Bulu Tangkis: 3×15 Mulai Berlaku pada 2027

Badminton World Federation (BWF) telah resmi menyetujui penggunaan sistem skor baru yang dikenal dengan format 3×15. Pengumuman ini dilakukan dalam Rapat Umum Tahunan ke-87 di Horsens, Denmark, pada Sabtu (25/4/2026). Keputusan ini diambil setelah proposal mendapatkan dukungan dari dua pertiga suara anggota BWF. Dari total 241 suara, sebanyak 198 menyatakan setuju dan hanya 43 yang menolak.

Sistem skor 3×15 akan mulai berlaku pada 4 Januari 2027. Sebelumnya, BWF telah menguji sistem ini dalam beberapa turnamen selama lebih dari setahun. Dengan perubahan ini, interval tengah gim yang sebelumnya berada di poin ke-11 kini bergeser ke poin ke-8. Jeda antar gim tetap diatur selama 120 detik.

Pemain masih harus memperoleh keunggulan dua poin untuk menang setelah mencapai angka 15. Namun, batas maksimal kini menjadi 21-20, berbeda dengan sistem lama yang mencapai 30-29. Perubahan ini diharapkan membuat pertandingan lebih cepat, kompetitif, dan menarik bagi penonton.

Sejak tahun 2006, sistem skor 3×21 digunakan sebagai standar dalam bulu tangkis. Pada masa itu, era kejayaan Lin Dan dan Lee Chong Wei sedang berlangsung. Namun, semakin meningkatnya kebutuhan siaran serta kelelahan dan cedera pemain menjadi alasan utama perubahan ke format yang lebih singkat.

Presiden BWF, Khunying Patama Leeswadtrakul, menjelaskan bahwa keputusan ini penting untuk menjaga relevansi olahraga di mata generasi baru sekaligus melindungi masa depan para pemain. “Kami sedang membangun olahraga yang berbicara kepada generasi berikutnya, sambil terus berinvestasi dalam masa depan jangka panjang para pemain kami,” ujarnya.

Dalam sistem skor 3×21, durasi pertandingan biasanya berkisar antara 45 hingga 100 menit. Namun, pihak penyiar ingin keseluruhan rangkaian pertandingan dalam satu laga selesai dalam waktu sekitar tiga jam. Oleh karena itu, BWF menilai pemangkasan durasi pertandingan lebih penting dibanding mengurangi jumlah turnamen, mengingat jadwal padat yang sering kali menjadi keluhan pemain.

Perubahan sistem skor 3×15 diharapkan dapat membuat pertandingan lebih menarik dan kompetitif. Durasi yang lebih konsisten juga akan memberi manfaat bagi pemulihan pemain. Dengan skor yang lebih pendek, setiap reli menjadi lebih krusial, sehingga pertandingan diharapkan lebih dramatis dan menarik bagi penonton dari awal hingga akhir.

BWF menegaskan bahwa perubahan sistem skor tidak akan mengubah esensi bulu tangkis itu sendiri. Aspek teknik, taktik, fisik, dan mental tetap menjadi fondasi utama permainan. “Apa yang dilakukan perubahan ini adalah memperkuat olahraga dengan melindungi apa yang membuat bulu tangkis istimewa,” kata Leeswadtrakul.

Ia menambahkan, “Kami ingin memastikan pemain terbaik dunia dapat terus bersaing, menginspirasi, dan terhubung dengan penggemar global lebih lama.”

Perlu diketahui, perubahan dari sistem lama ke 3×21 sebelumnya juga bertujuan mempersingkat pertandingan. Namun, seiring waktu, pemain mampu beradaptasi dan justru menciptakan reli yang lebih panjang—sesuatu yang juga berpotensi terjadi pada sistem 3×15.

Dengan format baru, pemain dituntut langsung tampil maksimal sejak poin pertama karena margin kesalahan semakin kecil. Start yang lambat akan sangat merugikan, dan perebutan poin setelah interval akan menjadi lebih singkat dan menentukan.

BWF kini akan fokus pada proses transisi agar implementasi berjalan lancar dan konsisten. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan sistem skor 3×15 dapat memberikan dampak positif baik bagi pemain maupun penonton.