Pengalaman Pahit Jordy Tutuarima di Persis Solo
Jordy Tutuarima, mantan pemain Persis Solo, mengungkapkan pengalaman yang tidak menyenangkan selama bermain untuk klub tersebut dalam Super League. Ia mengaku tidak menerima gaji selama beberapa bulan, yang memengaruhi performanya di lapangan.
Pengakuan ini disampaikan oleh Jordy kepada media Belanda, Gerelder, di mana ia menjelaskan situasi yang terjadi di Persis Solo. Menurutnya, setelah pelatih baru datang pada Januari, sejumlah pemain asing tiba-tiba dikeluarkan dari tim. Dalam waktu singkat, sembilan pemain asing hilang, termasuk dirinya sendiri.
Persis Solo hanya mampu meraih satu kemenangan dalam putaran pertama Super League 2025-2026. Hasil buruk ini memicu pergantian pelatih, dengan Peter de Roo dipecat karena tidak mampu membawa tim ke hasil yang lebih baik. Manajemen kemudian melakukan evaluasi besar-besaran dengan mengganti seluruh pemain asing, termasuk di putaran kedua.
Namun menurut Jordy, masalah utamanya adalah keterlambatan pembayaran gaji. “Hasil kami tidak bagus, tetapi hal ini juga disebabkan oleh kegilaan lain,” katanya. Ia menambahkan bahwa para pemain asing tidak dibayar selama beberapa bulan, sehingga memengaruhi performa mereka di lapangan.
“Xandro, Gervane dan saya punya sedikit tabungan, tetapi pemain lokal yang gajinya tak banyak, tak punya. Mereka punya seluruh keluarga yang harus dihidupi, ‘Dan jika anak saya tak bisa makan, saya juga tak akan berusaha lebih untukmu’, begitulah kira-kira. Tapi yeah Indonesia pelan-pelan, kata mereka di sana: bawa santai saja,” tambahnya.
Setelah tiga bulan tanpa klub, Jordy akhirnya resmi bergabung dengan GVVV Veenendal, klub kasta ketiga Liga Belanda. Ia menandatangani kontrak hingga akhir musim 2026/2027. Kepulangannya ke Belanda langsung disambut oleh keluarganya, karena dapat kembali berkumpul bersama.
Baca Juga Beritalainya di Batampena.com
Perjalanan Karier Jordy Tutuarima
Jordy Tutuarima bergabung dengan Persis Solo pada Januari 2025 dengan status tanpa klub. Ia dikontrak oleh klub pada Liga 1 musim 2024/2025 lalu. Kemudian, Persis Solo memperpanjang kontraknya selama satu musim untuk Super League 2025/2026.
Di Super League musim ini, Jordy Tutuarima tampil dalam 12 pertandingan, mencetak 1 gol dan 1 assist dengan total waktu bermain 1.058 menit. Meski memiliki kontribusi, situasi di Persis Solo tidak berjalan lancar, terutama soal pembayaran gaji.
Curhatan Jordy menjadi pengingat bahwa profesionalisme dalam dunia sepak bola tidak hanya terletak pada performa di lapangan, tetapi juga tanggung jawab klub terhadap para pemain. Hal ini menunjukkan pentingnya hubungan yang seimbang antara pemain dan manajemen.
Penutup
Pengalaman Jordy Tutuarima di Persis Solo menjadi cerita yang menarik dan mengajarkan pentingnya transparansi serta keadilan dalam hubungan kerja di dunia olahraga. Meskipun ada tantangan, ia berhasil menemukan jalan baru di Liga Belanda, di mana ia dapat kembali berkumpul dengan keluarga dan melanjutkan karier sepak bolanya.






















