Patrolmedia, Washington – Presiden Donald Trump secara terbuka menyatakan dirinya benar-benar mempertimbangkan untuk menarik AS keluar dari NATO.
Hubungan Amerika Serikat (AS) dengan aliansi pakta pertahanan Atlantik Utara atau NATO berada di ujung tanduk.
Ancaman ini muncul menyusul penolakan negara-negara sekutu untuk terlibat dalam operasi militer AS-Israel melawan Iran.
Trump bahkan menyebut masalah keanggotaan AS di NATO kini menjadi sesuatu yang “tidak perlu dipertimbangkan lagi”.
”Saya sama sekali tanpa ragu (mempertimbangkan penarikan diri),” ujar Trump kepada Reuters, dikutip Kamis (2/4/2026).
Berikut poin-poin utama dari guncangan di tubuh NATO tersebut:
1. Dipicu Penolakan Sekutu dalam Perang Iran
Trump dikabarkan geram lantaran mitra tradisional Washington di Eropa enggan mengirim pasukan atau memberikan dukungan penuh dalam serangan AS-Israel terhadap Iran yang sudah berlangsung sebulan terakhir.
Serangan tersebut diketahui menyebabkan lonjakan harga minyak dunia dan ancaman resesi global.
”Kalian bahkan tidak punya angkatan laut. Kalian terlalu tua dan memiliki kapal induk yang tidak berfungsi,” kecam Trump merujuk pada Inggris dalam wawancaranya dengan Telegraph.
2. Krisis Terburuk dalam 77 Tahun
Mantan Duta Besar AS untuk NATO, Ivo Daalder, memperingatkan bahwa aliansi ini sedang menghadapi krisis kepercayaan paling parah sejak didirikan.
”Aliansi militer, pada intinya, didasarkan pada kepercayaan: keyakinan bahwa jika saya diserang, Anda akan datang membantu membela.
Sulit melihat bagaimana negara Eropa mana pun sekarang akan mampu memercayai AS,” tulis Daalder.






















