Patrolmedia, Batam – Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin menyoroti maraknya fenomena akun Da’i palsu yang menyebarkan informasi hoaks dan konten provokatif.
Hal ini dinilai sangat berbahaya karena berpotensi memecah belah persatuan bangsa di era post-truth.
“Akun – akun Da’i palsu itu menyebarkan informasi hoaks, provokatif, serta berpotensi memecah belah persatuan,” kata Irjen Asep saat hadir di kegiatan Silaturahmi dan bukber dengan Ulama, Paguyuban dan Buruh sekaligus Pengukuhan Da’i Kamtibmas Kepri Tahun Anggaran 2026 di Lantai 12 Hotel Nagoya Hill Batam, Kamis (26/2/2026) pukul 16.30 WIB.
Menurut Asep, peran ulama dan guru sangat krusial untuk meluruskan informasi yang menyesatkan.
Ia berharap Da’i Kamtibmas bisa hadir di tengah masyarakat sebagai edukator sekaligus penangkal paham radikalisme.
Momen itu juga dilakukan pengukuhan Da’i Kamtibmas Kepri ditandai penyerahan sarana kontak berupa syal dan cendera mata.
Irjen Asep menekankan agar para da’i bersinergi dengan Bhabinkamtibmas di lapangan.
“Kami berharap para Da’i dapat memberikan tausiah, edukasi, serta berperan sebagai cooling system dalam mencegah potensi konflik di masyarakat,” kata dia.
Jenderal bintang 2 itu menyebut situasi Kamtibmas yang kondusif, khususnya di Batam, jadi kunci utama menjaga iklim investasi.
Menurutnya, jika keamanan terjaga, maka pertumbuhan ekonomi daerah akan terus meningkat.
“Kamtibmas yang kondusif akan mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan investasi, serta membuka lapangan kerja bagi masyarakat,” sebut Asep.
Acara dilanjutkan dengan buka puasa bersama dan salat Magrib berjamaah, sekaligus pembacaan Deklarasi Kamtibmas Kepri.
Seluruh elemen masyarakat yang hadir menyatakan komitmen bersama yang isinya sebagai berikut:
- Menjaga keamanan dan ketertiban bersama Polri.
- Menolak segala bentuk anarkisme dan provokasi.
- Melawan ujaran kebencian serta penyebaran hoaks.
- Mendukung langkah Polri menciptakan situasi aman dan kondusif.
Lewat sinergi Polri, ulama, tokoh masyarakat, hingga kelompok buruh, diharapkan stabilitas keamanan di Kepri kian solid, terutama selama Ramadan.
Editor: Erwin Syahril






















