Toyota Corona: Mengenang Sedan Ikonik dan Asal Usul Namanya
Mendengar nama Toyota Corona, ingatan kita langsung tertuju pada sebuah sedan yang pernah merajai jalanan. Sedan ini bukan sekadar kendaraan, tetapi juga bagian dari sejarah otomotif Toyota. Tapi, tahukah Anda dari mana asal usul nama “Corona” yang disematkan pada sedan kelas menengah ini?
Nama “Corona” ternyata memiliki makna yang cukup dalam bagi Toyota. Kata ini berasal dari bahasa Latin yang berarti “mahkota”. Penggunaan nama-nama yang berasosiasi dengan mahkota bukanlah hal baru bagi Toyota. Beberapa model sedan lainnya, seperti Corolla (yang berarti “mahkota kecil”), Camry (yang merupakan anglisasi dari “Kanmuri”, yang juga berarti mahkota), dan Crown (yang berarti mahkota), juga mengadopsi nomenklatur serupa.
Kelahiran Generasi Pertama: Toyopet Corona (1957)
Generasi pertama Toyota Corona lahir pada bulan Juli 1957 dengan nama Toyopet Corona. Perlu diketahui bahwa pada masa itu, Toyota masih menggunakan nama “Toyopet” untuk produk-produk awalnya, sebelum akhirnya beralih menggunakan nama “Toyota” secara resmi di awal tahun 1960-an.
Pada era 1950-an, taksi menjadi bisnis yang menjanjikan di Jepang. Toyota melihat peluang ini dan menghadirkan Toyopet Crown untuk memenuhi kebutuhan pasar taksi. Namun, permintaan akan taksi berukuran kompak dengan mesin 1.000 cc juga meningkat pesat. Untuk menjawab kebutuhan ini, Toyota meluncurkan Toyopet Corona.
Toyopet Corona generasi pertama menjadi produk Toyota pertama yang menggunakan bodi monokok (monocoque body), sebuah konstruksi di mana sasis dan bodi merupakan satu kesatuan. Sistem penggerak diadopsi dari Crown, sementara pintunya diambil dari Toyopet Master.
- Spesifikasi Teknis:
- Mesin: 1.000 cc Type S dengan pendingin air
- Tenaga: 32 dk pada 4.500 rpm

Uniknya, Toyota Corona generasi pertama sering dikaitkan dengan Dharma atau Daruma, sebuah boneka tradisional Jepang berbentuk bulat yang melambangkan harapan dan keberuntungan. Bentuknya yang membulat dianggap mirip dengan boneka Daruma, sehingga memberikan kesan positif dan optimis.
Generasi Kedua: Desain Lebih Ramping dan Proporsional (1960)
Pada tahun 1960, Toyota meluncurkan generasi kedua Corona. Generasi ini hadir dengan sentuhan desain eksterior yang lebih ramping dan proporsional. Selain itu, terdapat pembaruan pada interior dan pengaplikasian sistem suspensi belakang yang lebih nyaman.
Line-up Baru: Corona 1500 (1961)
Pada tahun 1961, Toyota memperkenalkan line-up baru, yaitu Corona 1500. Model ini dilengkapi dengan mesin 1.500 cc yang menghasilkan tenaga 59 dk pada 5.000 rpm, serta didukung oleh transmisi otomatis 2-percepatan Toyoglide.
Generasi Ketiga: Kesuksesan Global (1964)

Generasi ketiga Toyota Corona, yang hadir pada tahun 1964, tampil semakin mapan dan mewah. Hal ini menjadikan Corona sebagai produk terlaris hanya dalam waktu 4 bulan setelah diperkenalkan, dan terus mendominasi pasar hingga tahun 1968.
Lebih lanjut, generasi ketiga Corona menjadi produk Toyota pertama yang mendapatkan apresiasi luas dari pelanggan di luar Jepang, termasuk di Amerika Serikat. Kesuksesan ini menandai langkah awal Toyota dalam menembus pasar global dan membuktikan kualitas serta daya saing produk-produknya.
Demikianlah kilas balik singkat mengenai sejarah dan asal usul nama Toyota Corona, sebuah sedan yang pernah menjadi ikon dan meninggalkan jejak yang tak terlupakan dalam dunia otomotif.






















