Israel Akan Kerahkan 60 Ribu Tentara Cadangan Untuk Serang Gaza

Serang Gaza
Pasukan zionis Israel
Serang Gaza
Pasukan zionis Israel melancarkan serangan di kota Gaza. (Foto: APNews) 

Patrolmedia, Yerusalem – Israel akan mengerahkan 60 ribu pasukan tentara cadangan untuk melancarkan operasi militernya menyerang kota Gaza.

Padahal, kondisi warga Gaza saat ini sudah diambang krisis kemanusiaan, akibat operasi militer zionis yang tak henti-hentinya menyerang warga tak bersalah di wilayah tersebut.

Melansir APNews, Kamis (21/8/2025), pemanggilan pasukan cadangan ini merupakan rencana yang disetujui Menteri Pertahanan Israel Katz untuk memulai fase baru Israel serang Gaza di pemukiman padat penduduk.

Rencana itu diperkirakan juga disetujui kepala staf dalam beberapa hari mendatang.

Sementara, 20 ribu prajurit cadangan tambahan yang sudah bertugas aktif, juga masih diperpanjang kembali.

Di negara berpenduduk kurang dari 10 juta jiwa, pemanggilan pasukan cadangan merupakan yang terbesar dalam beberapa bulan terakhir dan memiliki bobot ekonomi serta politik.

Pemanggilan ini dilakukan beberapa hari setelah ratusan ribu warga Israel berunjuk rasa menuntut gencatan senjata.

Sementara para negosiator berjuang keras untuk mencapai kesepakatan antara Israel dan Hamas untuk mengakhiri pertempuran selama 22 bulan.

Kelompok-kelompok HAM memperingatkan serangan yang diperluas akan memperdalam krisis di Jalur Gaza.

Sebagian besar dari sekitar 2 juta penduduk yang telah mengungsi kini banyak wilayah telah hancur menjadi puing-puing, dan penduduk tengah menghadapi ancaman kelaparan.

Seorang Pejabat Militer Israel beralasan, pasukan cadangan itu akan beroperasi di beberapa wilayah Gaza untuk memburu militan Hamas yang masih aktif.

Pasukan Israel di Zeitoun Gaza dan Jabaliya, tengah menyiapkan landasan untuk mempercepat operasi tersebut yang akan dimulai beberapa hari kedepan.

Meskipun jadwalnya masih dirahasiakan, Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu Pada Rabu (20/8/2025), telah memerintahkan agar jadwal dipersingkat untuk meluncurkan serangan baru.

Gaza merupakan basis militer dan pemerintahan Hamas, dan salah satu tempat perlindungan ratusan ribu warga sipil untuk berlindung.

Pasukan Israel juga menargetkan jaringan terowongan bawah tanah Hamas.

Meskipun Israel telah menargetkan dan membunuh sebagian besar pimpinan senior Hamas, sebagian Hamas secara aktif berkumpul kembali dan melakukan serangan, termasuk meluncurkan roket ke Israel.

Sementara, Netanyahu berdalih bahwa tujuan perangnya untuk menjamin pembebasan sandera yang tersisa.

Ia mengklaim Hamas dan militan lain tidak akan pernah lagi mengancam Israel.

Juru Bicara PBB Stephane Dujarric menyebut rencana serangan tersebut bersamaan dengan meningkatnya kecaman internasional kepada Israel yang memblokir akses jalan untuk pengiriman bantuan pangan dan obat-obatan ke Gaza,

“Sangat jelas ini hanya akan menciptakan perpindahan massal lagi bagi orang-orang yang telah mengungsi berulang kali sejak fase konflik ini dimulai,” kata Dujarric.

Prajurit Cadangan Pertanyakan Tujuan Perang

Pemanggilan pasukan cadangan ini dilakukan di tengah meningkatnya protes dari para prajurit cadangan yang kelelahan.

Para prajurit menuduh pemerintah Israel mengabadikan perang karena alasan politik dan gagal membawa pulang 50 sandera yang tersisa, 20 di antaranya diyakini masih hidup.

Keluarga para sandera dan eks Kepala Militer dan intelijen Israel jelas-jelas menyatakan penolakan penyerangan ke Kota Gaza.

Sebagian besar keluarga menginginkan gencatan senjata segera dimulai.

Mereka cemas perluasan serangan hanya akan membahayakan pembebasan para sandera.

Seorang pensiunan Pilot Angkatan Udara Israel, Guy Poran, mengungkap banyak prajurit cadangan kesal dan kelelahan menjalani tugas berulang selama ratusan hari beroperasi.

Kebanyakan dari tentara itu kini hanya ingin kembali pulang menjalani kehidupannya.

“Bahkan mereka yang secara ideologis tidak menentang perang saat ini atau rencana baru pemerintah pun tidak mau pergi karena kelelahan, keluarga, dan bisnis mereka,” kata Poran.

 

(Ipl/Ft)