
Patrolmedia -:- Israel melancarkan serangan brutalnya menggunakan drone dengan menargetkan RS Indonesia.
Sementara, pasukan militernya juga menyerang lewat darat di utara dan selatan wilayah turut di bombardir.
Kini fasilitas medis Rumah Sakit Indonesia yang terletak di Beit Lahiya, Gaza Utara, hancur akibat serangan membabi buta itu.
Direktur Rumah Sakit Indonesia, Dr. Marwan al-Sultan di Beit Lahiya mengatakan para militer Israel mengepung dan memaksa operasional RS tersebut segera ditutup.
Ia mengatakan, RS Indonesia merupakan fasilitas medis utama di utara setelah serangan udara Israel tahun lalu juga memaksa rumah sakit Kamal Adwan dan Beit Hanoon berhenti menyediakan layanan kesehatan.
“Ada serangan langsung ke rumah sakit, termasuk unit perawatan intensif,” kata Direktur Rumah Sakit Indonesia, Dr. Marwan al-Sultan, dalam pernyataan tertulisnya, dilansir Al Jazeera, Minggu (18/5/2025).
Marwan menyebut tidak seorang pun bisa mencapai fasilitas tersebut yang dihuni sekitar 30 pasien dan 15 tenaga medis.
Militer Israel berulang kali menyerang rumah sakit selama perang 19 bulan di Gaza. Kelompok HAM dan pakar yang didukung PBB, menuduh Israel secara sistematis menghancurkan sistem perawatan kesehatan Gaza.
Direktur RS al-Shifa Dr. Muhammad Abu Salmiya, mengatakan serangan terbaru sudah berlangsung sejak Sabtu (17/5/2025), mengindikasikan serangan Israel terhadap rumah sakit Gaza semakin intensif.
“Tim medis benar-benar menderita, dan kami memiliki sedikit tim medis dan staf dan banyak orang membutuhkan perawatan medis lebih banyak,” kata Abu Salmiya melalui telepon dari rumah sakit, Minggu.
“Ribuan orang sakit dan terluka bisa meninggal, Donor darah sangat dibutuhkan,” sambungnya.
Penyerangan itu juga dipertegas Kementerian Kesehatan Gaza yang mengonfirmasi pasukan Israel mengepung fasilitas di Beit Lahiya.
“Kondisi panik dan kebingungan sedang terjadi,” ucapnya.
Kementerian tersebut melaporkan, Israel telah menghentikan kedatangan pasien dan staf yang secara efektif memaksa rumah sakit berhenti beroperasi.
“Dengan penutupan Rumah Sakit Indonesia, semua rumah sakit umum di Provinsi Gaza Utara sekarang tidak beroperasi,” ungkapnya.






















