Unjuk Rasa di Istanbul Turki, Polisi Tangkap 1.133 Demonstran dan 9 Wartawan

Ekrem Imamoglu merupakan lawan utama politik Presiden Erdogan

Unjuk Rasa di Istanbul
Demonstran berorasi dihadapan aparat polisi anti huru hara atas penangkapan Wali Kota Istanbul Ekrem Imamoglu yang kini dipenjara, di Istanbul, Turki, Senin (24/3/2025). (Foto AP/Khalil Hamra)
Unjuk Rasa di Istanbul
Demonstran berorasi dihadapan aparat polisi anti huru hara atas penangkapan Wali Kota Istanbul Ekrem Imamoglu yang kini dipenjara, di Istanbul, Turki, Senin (24/3/2025). (Foto AP/Khalil Hamra)

Patrolmedia, Istanbul -:- Unjuk Rasa di Istanbul, Turki semakin menjadi-jadi sejak Wali Kota Istanbul, Ekrem Imamoglu ditahan atas tuduhan korupsi dan kasus lainnya.

Tercatat, sebanyak 1.133 demonstran dan 9 wartawan ditangkap aparat kepolisian dalam aksi protes tersebut.

Menteri Dalam Negeri Turki, Ali Yerlikaya mengatakan, aksi unjuk rasa di Istanbul Turki, kepolisian telah menangkap 1.133 orang sejak 4 hari terakhir atas penahanan Ekrem Imamoglu yang diketahui merupakan rival politik Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Mereka berdemonstrasi karena tak terima Wali Kota Ekrem Imamoglu ditahan, kata Menteri Yerlikaya pada Senin (24/3).

Sementara, 123 personel polisi terluka dalam protes tersebut. Aparat telah menyita sejumlah bahan seperti asam, bom molotov dan pisau dari pengunjuk rasa.

“Beberapa kalangan telah mengeksploitasi hak untuk berkumpul dan berdemonstrasi, mencoba mengganggu ketertiban umum, memicu kerusuhan jalanan, dan menyerang polisi kami,” kata Yerlikaya di media sosial, seperti dilansir AP, Selasa (25/3/25).

Yerlikaya mengatakan, beberapa mereka yang ditahan di identifikasi punya hubungan dengan para kelompok organisasi teroris dan memiliki catatan kriminal.

Kemendagri Turki menyebut Imamoglu telah diskors dari tugasnya. Disamping itu, Pemerintah Kota menunjuk Plt Wali Kota sementara dari dewan pemerintahannya.

Sebelum itu, Pengadilan pada Minggu (23/3), secara resmi menahan Ekrem Imamoglu dan memerintahkannya dipenjara sambil menunggu persidangan atas kasus korupsi.

Penahanannya sampai hari Rabu (26/3/25), memicu gelombang demonstrasi jalanan terbesar di Turki dalam lebih dari 1 dekade.

Serikat pekerja media Disk-Basin-Is mengatakan sedikitnya 8 wartawan dan 1 jurnalis foto ditahan.

“serangan terhadap kebebasan pers dan hak rakyat untuk mengetahui kebenaran,” sebut pernyataan Serikat pekerja media Disk-Basin-Is.