Zelenskyy Siap Mundur dari Presiden Demi Kedamaian Ukraina

"Saya dapat menukarnya dengan (keanggotaan) NATO, jika persyaratannya ada, segera"

Zelenskyy Siap Mundur
Zelenskyy dalam sebuah pernyataannya menyebut dirinya bersedia menukar jabatan presiden dengan perdamaian. (Foto: Tangkapan layar Video Zelenskyy/Skynews)
Zelenskyy Siap Mundur
Zelenskyy dalam sebuah pernyataannya menyebut dirinya bersedia menukar jabatan presiden dengan perdamaian. (Foto: Tangkapan layar Video Zelenskyy/Skynews)

Patrolmedia -:- Zelenskyy siap mundur dari Presiden demi menjaga kedamaian Ukraina.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan, dirinya akan melepas jabatannya sebagai imbalan atas perdamaian dan keanggotaan NATO bagi negaranya.

“Jika (itu berarti) perdamaian untuk Ukraina, jika Anda benar-benar membutuhkan saya untuk meninggalkan jabatan saya, saya siap,” kata Volodymyr Zelenskyy dalam sebuah konferensi persnya, seperti dilansir Skynews, Senin (24/2/25).

“Saya dapat menukarnya dengan (keanggotaan) NATO, jika persyaratannya ada, segera,” sambungnya.

Komentar Zelensky itu tampaknya merupakan respons terhadap sebutan “diktator” yang baru-baru ini diberikan Trump karena Ukraina tidak menggelar pemilu baru, meskipun ada undang-undang yang melarangnya selama masa perang.

Zelenskyy mengatakan kepada Deborah Hayes dari Sky bahwa kunjungan Sir Keir Starmer dan Emmanuel Macron minggu depan ke Washington sangat penting.

Ia mengatakan Eropa harus ikut serta ketika kesepakatan damai dinegosiasikan.

“Siapa yang akan mewakili Eropa, saya belum bisa memberi tahu Anda secara pasti sekarang,” katanya.

“Tetapi saya kira satu orang akan mewakili Uni Eropa. Dan tentu saja, Inggris harus hadir, jika kita berbicara, misalnya, tentang jaminan keamanan,” ucap Zelenskyy.

Pemimpin Ukraina itu berbicara demikian setelah negaranya digempur serangan pesawat tak berawak Rusia terbesar sejak perang dimulai.

Zelenskyy mengutuk Rusia atas teror udara, sehari sebelum ulang tahun ketiga invasi skala penuh Rusia.

“Setiap hari, rakyat kami melawan teror udara,” tulis Zelenskyy di akun X.

“Menjelang peringatan 3 tahun perang skala penuh, Rusia meluncurkan 267 pesawat tanpa awak serang terhadap Ukraina – serangan terbesar sejak pesawat tanpa awak Iran mulai menyerang kota-kota dan desa-desa Ukraina,” tulisnya.