Zelenskyy Siap Mundur dari Presiden Demi Kedamaian Ukraina

"Saya dapat menukarnya dengan (keanggotaan) NATO, jika persyaratannya ada, segera"

Zelenskyy Siap Mundur
Zelenskyy dalam sebuah pernyataannya menyebut dirinya bersedia menukar jabatan presiden dengan perdamaian. (Foto: Tangkapan layar Video Zelenskyy/Skynews)

Zelenskyy siap mundur dari Presiden

Zelenskyy Siap Mundur
Lebih dari 260 pesawat tanpa awak Rusia ditembakkan ke Ukraina dalam semalam. Presiden Zelensky mengutuk teror udara yang dilakukan Rusia. Ia menyebut Ukraina menderita pemboman pesawat tak berawak terberat dalam perang tersebut. (Foto: Reuters)

Angkatan Udara Ukraina melaporkan sebanyak 138 pesawat tak berawak ditembak jatuh, namun 119 lainnya hilang dari radar. Selain itu, kerusakan dilaporkan terjadi di 5 wilayah Ukraina.

Zelenskyy menyebut hampir 1.150 pesawat tak berawak, lebih dari 1.400 bom udara berpemandu, dan 35 rudal telah diluncurkan ke Ukraina dalam sepekan terakhir.

Meski diserang, Ia berterima kasih kepada pertahanan udara Ukraina yang mengoperasikan dan meminta sekutu untuk bersatu mengamankan perdamaian yang adil dan abadi.

“Hal ini dapat dicapai melalui persatuan semua mitra – kita butuh kekuatan seluruh Eropa, kekuatan Amerika, kekuatan setiap orang yang mencari perdamaian abadi,” pinta Presiden Ukraina itu.

Hal ini, menurutnya, terjadi di tengah kekhawatiran atas perang kata-kata terbaru antara Trump dengan Zelensky dan klaim palsunya bahwa Ukraina telah memulai perang.

Ukraina bersikeras tak akan menerima kesepakatan damai apa pun tanpa melibatkan partisipasi Zelensky, setelah dikecualikan dari pertemuan antara diplomat AS dan Rusia di Arab Saudi.

Pada konferensi konservatif, Sabtu (22/2), Presiden AS Donald Trump membuat khawatir Eropa dan Ukraina.

Trump baru-baru ini menelpon Presiden Rusia, Vladimir Putin membahas optimismenya soal kesepakatan damai mungkin terjadi di bawah pengawasan Trump.

“Saya sudah bicara dengan Presiden Putin dan saya rasa hal itu (perang) akan berakhir,” kata Trump.

Sebelumnya Trump menyebut Ukraina tidak mungkin menjadi sekutu NATO dan keanggotaan karena merupakan garis merah bagi Rusia.

Trump mengatakan bahwa kesepakatannya cukup dekat dan dia bertekad untuk mendapatkan pengembalian miliaran dolar bantuan yang diberikan kepada Ukraina.

Sementara, Ukraina menginginkan kesepakatan tersebut mencakup jaminan keamanan yang kuat atas setiap penyelesaian perdamaian di masa mendatang dengan Rusia.

Disamping itu, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan, pihaknya siap mengerahkan pasukan militer Inggris ke Ukraina sebagai bagian dari penjaga perdamaian.

 

Editor: Fatmi Rahim