Omicron Melonjak, Jokowi Minta Vaksinasi di Daerah Dipercepat

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar rapat secara virtual yang diikuti 17 perwakilan daerah. (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar rapat secara virtual yang diikuti 17 perwakilan daerah. (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Patrolmedia.co.id, Jakarta – Presiden Jokowi meminta seluruh daerah mempercepat program vaksinasi dengan fokus pada suntikan kedua dan penguat (booster), khsususnya bagi para lansia dan tempat yang dianggap berinteraksi tinggi.

Percepatan itu guna menekan penyebaran kasus Covid-19 varian Omicron yang kian melonjak.

“Saya mendorong seluruh kabupaten/kota dan provinsi konsentrasi di suntikan yang kedua, dan juga suntikan yang ketiga atau booster. Karena dosis kedua dan dosis ketiga ini saya lihat masih di bawah 60%, masih rendah, dan didahulukan yang lansia,” kata Jokowi dalam video konferensinya di Istana Kepresidenan Bogor, pada Jumat, (18/2/2022).

Konferensi itu diikuti perwakilan daerah 17 provinsi.

Tercatat, capaian vaksinasi di Kalimantan Selatan per 18 Februari 2022 mencapai 86% pada dosis pertama, 49% dosis kedua, dan 3% untuk dosis penguat (booster).

Jokowi meminta percepatan vaksinasi dosis kedua dan penguat di Kalsel terus dilakukan melibatkan banyak pihak.

“Dibantu Pangdam, Kapolda, Kabin, saya ingin agar dosis keduanya ini didorong. Kemudian yang untuk dosis ketiga untuk dosis penguat atau booster yang masih 3% agar dikonsentrasikan di tempat-tempat yang interaksinya tinggi,” jelasnya.

Kepala Negara mengapresiasi capaian vaksinasi di Provinsi Papua dan Maluku dengan kondisi geografis yang dinilai tidak mudah.

Jokowi mengimbau percepatan vaksinasi dapat difokuskan ke daerah dengan interaksi tinggi.

“Saya sangat memahami geografis wilayah yang medannya sangat berat di Papua utamanya yang di pegunungan. Oleh sebab itu, saya titip untuk kabupaten dan kota yang interaksinya tinggi itu lebih difokuskan di sana saja,” ucapnya.

Jokowi mengingatkan, percepatan vaksinasi dan pengetatan prokes adalah kunci pengendalian Covid-19 di Indonesia.

“Kuncinya memang ada di vaksin dan di protokol kesehatan utamanya di masker,” sebutnya.

Editor: Chandra Adi Putra