Bisnis  

Buka CMSE 2026, Dirut BEI Komitmen Perkuat Transparansi dan Pengawasan Pasar Modal

Capital Market Summit & Expo 2026
Dirut BEI Jeffrey Hendrik memberikan sambutan saat membuka Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2026 di Main Hall BEI, Jakarta, Kamis (5/11/2026). (Foto: Screenshot/Youtube IDX)
Panbil Mall

Patrolmedia, Jakarta – Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, resmi membuka gelaran Capital Market Summit & Expo atau CMSE 2026 di Main Hall BEI, Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Mengusung tema “Satu Langkah Investasi, Berjuta Peluang Masa Depan”, ajang tahunan ini menjadi wadah edukasi, diskusi, sekaligus interaksi antar-investor.

Dalam sambutannya, Jeffrey mengungkap, CMSE 2026 berlangsung di tengah dinamika pasar modal yang tumbuh positif namun tetap menghadapi tantangan.

Secara fundamental, kinerja emiten masih kuat, nilai transaksi harian tumbuh di atas 10 persen, dan jumlah investor melonjak lebih dari 50 persen.

“Di sisi lain, kita juga menghadapi tantangan tahun ini terkait transparansi, kredibilitas, dan tata kelola dari Global Index Provider. Tentu ini menjadi perhatian serius bagi kami,” kata Jeffrey, dikutip dari siaran live Youtube IDX, Kamis.

Menjawab tantangan itu, BEI bersama SRO dan OJK berkomitmen memperkuat 3 pilar utama pasar modal Indonesia:

Peningkatan Transparansi:

BEI kini telah membuka data pemegang saham di atas 1 persen dan menyediakan data investor yang lebih terperinci (granular).

Pendalaman Likuiditas:

Memperkuat dorongan demand dan supply, perbaikan price discovery, serta penghapusan floor price di pasar.

Pengawasan Efektif:

Menerapkan sistem real-time flagging untuk mendeteksi secara langsung indikasi pelanggaran perdagangan di bursa.

“Kombinasi dari transparansi yang lebih tinggi, likuiditas yang lebih baik, dan pengawasan yang efektif akan menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan pasar kita ke depan,” tegasnya.

Jeffrey juga mengajak para peserta memanfaatkan gelaran CMSE 2026 untuk bertukar pikiran dengan para narasumber, salah satunya investor kawakan Lo Kheng Hong.

Menurutnya, pasar modal Indonesia sudah sering melewati berbagai gelombang tantangan dan akan terus bertahan melalui komitmen bersama.

CMSE 2026 sendiri, kata Jeffrey, dimeriahkan 88 booth (tenant) dari berbagai pelaku industri pasar modal, mulai dari Anggota Bursa, Manajer Investasi, hingga Emiten.

Menariknya, tahun ini BEI turut menggandeng lima UMKM binaan IDX Incubator sebagai bentuk wujud pasar modal yang inklusif.

“Semoga keberadaan 88 booth ini membawa hoki dan feng shui yang baik bagi perkembangan pasar modal kita. Selamat berdiskusi dan maju terus pasar modal Indonesia,” pungkasnya. (Erwin)