Patrolmedia, Batam – Dunia seni kontemporer Batam kedatangan warna baru. 2 seniman muda bertalenta, Era Premakara dan Abyu Amanda Aldi, memamerkan karya eksperimental mereka dalam pameran seni di ruang ARTSPACE, ARTOTEL Batam.
Pameran yang berlangsung gratis mulai 30 Oktober 2026 hingga 28 Februari 2027 ini membawa gebrakan visual baru bagi penikmat seni lokal.
Kedua seniman muda ini menawarkan teknik tak biasa yakni memadukan koding komputer dengan fotografi, lalu menumpuk lateks di atas kanvas untuk menciptakan tekstur unik.
Era Premakara: Mengubah Kode Komputer Jadi Seni Visual Menawan

Era Premakara (30), seniman kelahiran Makassar lulusan Parsons School of Design New York (S1) dan University College London (S2), mengenalkan teknik creative coding kepada publik Batam.
Bila baris kode komputer biasanya dipakai untuk membangun situs web, di tangan Era, koding bahasa C++ disulap menjadi media pencipta karya seni.
Ia memadukan logika pemrogramannya dengan estetika fotografi, lalu mencetaknya di atas kertas khusus Jepang (Japanese paper).
Dalam pameran bertajuk Organic Syntax ini, Era mengolah objek alam seperti akar jahe, bunga, hingga hamparan sawah.
Jahe disimbolkan sebagai lambang ketahanan asal-usul manusia, sedangkan bunga menggambarkan dinamika pertumbuhan hidup.
“Karya ini memang technical heavy sekaligus concept heavy. Biasanya kode untuk website, tapi di sini ditranslasikan jadi karya yang dipadukan langsung dengan fotografi,” kata Era saat ditemui di Pameran Seni bertajuk Organic Syntax dan Layers of Becoming di Artotel Batam, Jumat sore (30/10/2026).
Abyu Amanda Aldi: Eksperimen Menumpuk Cat dan Lateks di Atas Kanvas

Dilokasi yang sama, Abyu Amanda Aldi (26), seniman asal Padang, Sumatera Barat, lulusan ISI Yogyakarta ini, menghadirkan pendekatan medium yang terbilang berani.











