Bak Menguras Air Laut Pakai Sendok: PBB Butuh 10 Tahun Bersihkan 61 Juta Ton Puing di Gaza

UNDP: 10 ribu jasad diperkirakan tertimbun di Gaza

Puing di Gaza
Satu unit alat berat pemuat (wheel loader) milik UNDP sedang menumpahkan puing-puing bangunan dan campuran tanah dari embernya ke dalam mesin penghancur (crusher) di sebuah lokasi daur ulang puing di Gaza. (Foto: Amjed Tantesh/The Guardian)
Puing di Gaza
Salah satu lokasi pemrosesan beton milik UNDP di Deir al-Balah, tempat puing-puing dihancurkan untuk dimanfaatkan kembali. (Foto: Amjed Tantesh/The Guardian)

​Karena itu, PBB bekerja sama dengan Komite Palang Merah Internasional (ICRC) dan badan penanggulangan ranjau PBB (Unmas) untuk mengidentifikasi lokasi sensitif.

Langkah ini dilakukan demi keamanan petugas serta menghormati proses evakuasi jasad korban.

​”Puing di beberapa area bukan sekadar sisa bangunan, tapi menyimpan kenangan dan jasad keluarga warga. Ini masalah yang sangat sensitif,” kata anggota tim WFP, Nehal Abu Hassan.

Terhalang Blokade Israel, PBB Daur Ulang Puing Jadi Jalanan

​Pekerjaan tim PBB makin rumit lantaram otoritas Israel melarang masuknya peralatan berat dan material bangunan baru ke Gaza.

Israel beralasan material selain makanan dan obat-obatan dikhawatirkan dimanfaatkan Hamas.

​Akibatnya, petugas terpaksa bekerja pakai alat seadanya yang sudah tua dan sering rusak.

Demi menyiasati keadaan, PBB mendaur ulang puing beton menggunakan mesin penghancur batu tua untuk dijadikan bahan perbaikan jalan dan fondasi tempat pengungsian.

​”Kualitasnya memang tak sebaik bahan bangunan normal, tapi kami tidak punya pilihan lain,” kata Abu Hassan.

​Meski berjalan lambat, pembersihan jalan sepanjang 580 km yang sudah dilakukan membawa dampak positif.

Akses jalan yang terbuka mempermudah distribusi bantuan pangan, mobilisasi tim medis, hingga mendorong warga lokal untuk mulai membuka lagi usaha kecil mereka.

 

(Ft)