Muncul Daratan Baru di Anak Krakatau, BMKG Pantau Potensi Tsunami dan Jarak Pandang

Anak Krakatau BMKG
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani usai dipanggil Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis malam (24/9/2026). (Foto: Screenshot/Sekretariat Presiden)

Patrolmedia, Jakarta – Daratan baru seluas 30,3 hektar tumbuh di sekitar Gunung Anak Krakatau dan diperkirakan menjadi ‘Cucu Krakatau’.

Merespons itu, BMKG mengatakan tengah fokus memantau dampak aktivitas vulkanik terhadap keselamatan penerbangan dan potensi tsunami.

Dilansir dari laman Sekretariat Presiden, Jumat (25/9/2026), Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan, urusan pengawasan aktivitas gunung api memang berada di bawah wewenang Badan Geologi.

Tapi, BMKG sendiri memegang peran penting saat terjadi erupsi.

“BMKG bertanggung jawab memantau sebaran abu vulkanik, arah dan kecepatan angin, serta mengeluarkan SIGMET untuk keselamatan pelayaran dan penerbangan,” kata Faisal usai dipanggil Presiden Prabowo Subianto, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/9/2026).

BMKG juga terus mengawasi potensi tsunami jika terjadi erupsi gunung api di wilayah perairan.

Dampak ke Penerbangan

Terkait dampak abu vulkanik anak Krakatau terhadap penerbangan, Faisal mengungkap jarak pandang (visibility) di beberapa bandara sempat berada di bawah 1 kilometer.

Meski belum ada penutupan total dalam waktu lama, skema penutupan sementara kerap diberlakukan tergantung kondisi cuaca di lapangan.

“Penutupan dalam jangka waktu tertentu, misalnya pagi hari selama tiga jam sampai visibility memungkinkan untuk lepas landas atau mendarat, itu diterapkan tergantung situasi,” kata Faisal.

 

(Ipl/EN)