Satuan Brimob Kepolisian Daerah Sumatera Utara terus memperkuat pengamanan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang berada di wilayah Medan, Tebing Tinggi, dan Tapanuli Selatan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan distribusi bahan bakar minyak (BBM) kepada masyarakat berjalan aman dan lancar.
Komandan Satuan Brimob Polda Sumut, Kombes Pol Rendra Salipu, menjelaskan bahwa kehadiran personel Brimob merupakan bentuk komitmen Polri dalam menjaga keamanan setiap aktivitas pelayanan publik, khususnya di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat. Ia menyampaikan hal tersebut saat berada di Medan pada Rabu (16/7).
Menurut Rendra, kegiatan pengamanan dilaksanakan di beberapa daerah, antara lain Kota Medan, Kota Tebing Tinggi, dan Kabupaten Tapanuli Selatan. Personel yang terlibat dalam pengamanan ini adalah dari Batalyon A Pelopor, Batalyon B Pelopor, serta Batalyon C Pelopor. Mereka bertugas sebagai langkah preventif agar proses distribusi dan pelayanan pengisian BBM tetap berjalan lancar.
Selain melakukan pengamanan, personel juga melaksanakan pengaturan arus lalu lintas, pemantauan situasi keamanan, serta berkoordinasi langsung dengan petugas SPBU. Hal ini dilakukan untuk memantau perkembangan kondisi di lapangan secara real-time.
Rendra menambahkan bahwa kegiatan ini juga bertujuan sebagai langkah antisipatif untuk mencegah potensi gesekan antarpengendara, aksi premanisme, maupun tindak kriminal lainnya yang bisa mengganggu kenyamanan masyarakat.
“Kami akan terus hadir guna memberikan rasa aman kepada masyarakat melalui patroli dan pengamanan di titik-titik strategis,” ujarnya.
Pihaknya juga memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif, distribusi BBM berjalan lancar, serta masyarakat dapat beraktivitas dengan aman, nyaman, dan tertib.
“Kegiatan itu dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai wilayah, guna menjaga stabilitas keamanan di masyarakat,” tambahnya.
Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut terus memperkuat distribusi BBM di wilayah Sumut guna memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.
Pemantauan terhadap kondisi stok dan penyaluran di seluruh Fuel Terminal serta SPBU dilakukan secara intensif agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.
Beberapa upaya normalisasi distribusi di antaranya adalah:
Mengoperasikan Fuel Terminal Medan Group selama 24 jam.
Menambah kapasitas angkutan melalui skema “spot charter” sebanyak 35 unit mobil tangki.
* Memperkuat personel awak mobil tangki melalui dukungan personel Bekang TNI dan Kodaeral I Belawan.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan distribusi BBM dapat berjalan lebih efektif dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar.




















