Utang PT PMMP yang Mencapai Triliunan Rupiah
PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP) menjadi perhatian publik setelah terungkap bahwa perusahaan ini memiliki utang yang mencapai sekitar Rp2,88 triliun. Utang tersebut tercatat di Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) serta lima bank. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang kondisi keuangan perusahaan yang dimiliki oleh Kaesang Pangarep, putra bungsu mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).
Struktur Utang Perusahaan
Berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), saldo utang bank PT PMMP per 31 Mei 2026 mencapai Rp6.328.297.977 ditambah 160.128.549 dolar AS. Jika dikonversikan menggunakan kurs rupiah terhadap dolar AS pada Selasa (7/7/2026) sebesar Rp17.909 per dolar AS, nilai total kewajiban perusahaan berada di kisaran Rp2.874.070.482.108 atau sekitar Rp2,88 triliun.
Berikut daftar utang PT PMMP di LPEI dan lima bank:
* LPEI sebesar 30.711.886 dolar AS;
* Bank Permata sebesar Rp5.493.424.825 dan 53.116.534 dolar AS;
* Bank SMBC Indonesia sebesar 40.292.580 dolar AS;
* BCA sebesar Rp834.873.152 dan 40.292.580 dolar AS;
* Bank Maspion Indonesia sebesar 7.211.743 dolar AS;
* Bank Resona Perdania sebesar 5.992.813 dolar AS.
Direktur PMMP, Martinus Soesilo menyampaikan bahwa selama proses restrukturisasi, perseroan telah melakukan pelunasan utang bank sebesar 29.643.536 dolar AS dan Rp153.563.461.605. Upaya untuk memperbaiki struktur permodalan kembali positif dilakukan melalui right issue dan meng-convert sebagian hutang usaha menjadi saham (MTN).
Dampak Terhadap Karyawan
Pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan PT PMMP juga menjadi isu penting. Sejak 2024 hingga saat ini, sudah ada 37 orang staf dan 79 orang harian yang dilakukan pemutusan hubungan kerja (PHK), serta 82 staf mengundurkan diri. Penyebabnya adalah penurunan kapasitas produksi.
Profil Perusahaan
Kantor PT PMMP terletak di Jalan Bubutan 16-22 Kav-A Nomor 1-2 Surabaya, Jawa Timur. Perusahaan ini didirikan pada tahun 2004 dan merupakan salah satu pengolah dan eksportir udang di Indonesia. PT PMMP memiliki pabrik di Situbondo dan Tarakan, Kalimantan Timur. Di pasar global, perusahaan ini telah mengekspor udang beku ke AS, Jepang, hingga Eropa.
Leader dan Ebinoya merupakan merek makanan milik PT PMMP. Berikut jajaran direksi PT PMMP:
* Soesilo Soebardjo, Komisaris Utama;
* Suwarli, Komisaris Independen;
* Martinus Soesilo, Presiden Direktur;
* Hirawan Tedjokoesoemo, Wakil Presiden Direktur;
* Alin Rostanti, Kepala Bagian Keuangan;
* Patrick Djuanda, Direktur Pemasaran;
* Suyud Kusrinto, Direktur Operasional.
Investasi Kaesang Pangarep
Pada November 2021, Kaesang Pangarep melalui perusahaan makanan dan minuman miliknya, GK Hebat, mengakuisisi sebagian besar saham PT PMMP. GK Hebat membeli 188.240.000 lembar saham milik PT PMMP atau sekitar delapan persen dari keseluruhan. Transaksi tersebut dilakukan dengan harga Rp490 per saham, sehingga total dana yang dikeluarkan sekitar Rp92,2 miliar.
Sebagai bagian dari perjanjian kerja sama strategis ini, kedua pihak sepakat untuk bekerja sama dalam menjajaki sejumlah peluang bisnis terkait produk PT PMMP. Selain itu, mereka akan mendukung perusahaan dalam melakukan adaptasi digital serta meningkatkan literasi digital dalam seluruh proses operasional Perseroan.
“Kami menyambut baik adanya kerja sama strategis ini untuk meningkatkan penetrasi pasar lokal PMMP, khususnya pada sektor UMKM,” ujar Martinus Soesilo saat itu. “Selain itu, PMMP dan GK Hebat juga akan bersama-sama membentuk tim digitalisasi, didukung oleh salah satu lini bisnis GK Hebat yaitu GK Plug and Play, yang nantinya akan berfokus pada identifikasi proses bisnis dan operasional Perseroan dan menghasilkan inovasi-inovasi digital yang dapat diimplementasikan dengan tujuan untuk meningkatkan kinerja perusahaan.”






















