Ringkasan Berita:
- Sejumlah jalan utama di Kota Wamena, Jayawijaya, rusak parah dan berlubang hingga memicu kecelakaan lalu lintas.
- Warga kecewa atas lambatnya respons Pemkab Jayawijaya dan Pemprov Papua Pegunungan dalam memperbaiki infrastruktur di ibu kota provinsi baru tersebut.
- Masyarakat mendesak pengaspalan ulang segera dilakukan demi keselamatan berkendara dan kelancaran roda perekonomian antardistrik.
TRIBUN-PAPUATENGAH.COM, WAMENA –Keselamatan pengguna jalan di pusat Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya,Papua Pegunungan, saat ini terancam oleh kerusakan parah di sejumlah ruas jalan utama.
Titik-titik lubang yang dalam di badan jalan sering memicu kecelakaan lalu lintas serta menghambat mobilitas harian masyarakat setempat.
Kondisi infrastruktur yang terbengkalai di ibu kota provinsi baru ini memicu kekecewaan mendalam dari warga yang melintas setiap hari.
Antonius, seorang pengendara roda dua, menyampaikan keprihatinannya terhadap lambatnya respons Pemkab Jayawijaya dalam menangani fasilitas publik tersebut.
Pengendara dipaksa ekstra waspada karena kerusakan tersebar di jalur-jalur sibuk.
“Jalan yang berlubang ini sangat membahayakan. Sudah sering terjadi kecelakaan karena pengendara menghindari lubang atau kehilangan kendali, terutama saat hujan karena lubang tertutup genangan air,” ujar Antonius saat ditemui di lokasi jalan rusak, Selasa (30/6/2026).
Genangan air hujan kerap menyamarkan kedalaman lubang sehingga menjadi jebakan maut bagi pengendara roda dua maupun roda empat.
Warga mendesak Pemkab Jayawijaya dan Pemprov Papua Pegunungan segera bersinergi melakukan pengaspalan ulang.
“Perbaikan ini sangat mendesak supaya roda perekonomian masyarakat khususnya di wilayah pedalaman tidak terganggu,” katanya.
Menurut Antonius, status Kota Wamena sebagai pusat pemerintahan Provinsi Papua Pegunungan seharusnya dibarengi dengan kualitas infrastruktur yang mumpuni.
Akses jalan yang layak menjadi pilar utama untuk mendukung percepatan pembangunan di wilayah sterilisasi baru tersebut.
“Maka itu proyek perbaikan jalan ini masuk ke dalam daftar program prioritas anggaran tahun ini,” tegas Antonius,
Selain menuntut aksi nyata dari jajaran birokrasi, warga juga saling mengingatkan untuk menjaga keselamatan mandiri di sepanjang jalur darurat.
Pengendara diimbau menurunkan kecepatan dan mematuhi rambu lalu lintas secara disiplin demi menghindari fatalitas kecelakaan.
Penggunaan helm standar serta sabuk pengaman menjadi kewajiban mutlak selama melintasi area yang rusak.
“Saya berharap sekali peningkatan kualitas infrastruktur jalan juga menjadi bagian dari perhatian pemerintah dalam mendukung konektivitas di wilayah Papua,” tutur Antonius.
Hingga berita ini diturunkan, arus lalu lintas di beberapa titik pusat kota masih tersendat akibat kendaraan yang harus mengantre menghindari lubang.
Kualitas konektivitas antardistrik di Jayawijaya kini bergantung pada keseriusan kebijakan dinas terkait dalam merehabilitasi jalan tersebut. (*)




















