LKPM: Realisasi Investasi Batam 2025 Rp 44 T, Naik 72%

Investasi Batam
Ilustrasi kawasan industri modern. (Foto: Ist)
Investasi Batam
​Kepala BP Batam, Amsakar Achmad. (Foto: Ist)

​Suntikan modal tersebut terdiri dari PMA sebesar Rp 8,8 triliun (tumbuh 50,71%) dan PMDN sebesar Rp 8,5 triliun yang melonjak drastis hingga 216,18% secara year-on-year (yoy).

​Adapun 5 negara yang paling rajin guyur modal ke Batam di 2026 adalah ​Singapura, ​Hong Kong, ​Amerika Serikat, ​Tiongkok, dan ​Jepang.

Peta investasi yang beragam ini membuat ekonomi Batam dinilai lebih kebal terhadap guncangan geopolitik global lantaran tak bergantung di 1 negara saja.

​Tak cuma itu, sektor yang disasar investor pun semakin berkelas. Industri mesin dan elektronik mendominasi dengan porsi 23,65%, disusul sektor kimia dan farmasi (21,18%), jasa lainnya (17,70%), serta kawasan industri dan properti (13,09%).

​Artinya, Batam kini bergerak ke arah industri manufaktur bernilai tambah tinggi dan teknologi, bukan sekadar jualan properti.

Wilayah Batam Diperluas Jadi 22 Pulau

​Amsakar optimistis tren mentereng ini akan terus terjaga. Terlebih, saat ini ada aturan baru lewat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 47 Tahun 2025 yang memperluas wilayah Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam.

Lewat aturan anyar ini, wilayah bebas Batam diperluas dari yang semula hanya 8 pulau menjadi 22 pulau. Luas kawasannya pun dari 71.500 hektare menjadi 152.686,44 hektare.

​Perluasan masif ini otomatis membuka ruang baru bagi para raksasa industri, logistik, pariwisata, hingga sektor energi masa depan untuk masuk ke Batam.

​Untuk mendukung itu, BP Batam juga tengah membangun banyak proyek infrastruktur strategis mulai dari jalan, jembatan, pelabuhan, bandara modern, hingga pengelolaan limbah B3 dan fasilitas kesehatan kelas wahid.

​”Kami ingin memastikan bahwa setiap investor yang datang memperoleh kepastian usaha, dukungan infrastruktur yang memadai, serta pelayanan yang cepat dan profesional,” kata Amsakar.

​”Dengan sinergi tersebut, investasi yang masuk tidak hanya meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

 

Editor: Erwin Syahril