Lokal  

Kapal Nelayan Terbakar di Penjajap, Rugikan Rp800 Juta

Kapal Nelayan Terbakar di Sambas, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah

Pontianak, Kalimantan Barat – Sebuah insiden kebakaran yang cukup mengkhawatirkan terjadi di Desa Penjajap, Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas, pada Senin, 1 Juni 2026 sore. Kapal nelayan bernama KM Tri Samudra Jaya 69 dilaporkan terbakar hebat saat sedang dalam posisi tertambat di sebuah dermaga milik warga setempat. Meskipun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa dramatis ini, kerugian material diperkirakan mencapai angka yang signifikan, yakni sekitar Rp800 juta.

Kapal yang menjadi pusat perhatian warga dan para nelayan di sekitar lokasi kejadian itu diketahui merupakan milik seorang warga bernama Jong Ket, yang juga berasal dari Kecamatan Pemangkat. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 16.30 WIB ini sontak menyita perhatian banyak pihak yang berada di sekitar dermaga.

Pihak kepolisian melalui Kapolres Sambas, AKBP Wahyu Jati Wibowo, yang diwakili oleh Kasat Polairud Polres Sambas, AKP Agus Ganjar Nugraha, telah membenarkan adanya insiden tersebut. Penjelasan mengenai kronologi kejadian diperoleh dari salah seorang saksi mata yang merupakan Kepala Kamar Mesin (KKM) dari KM Tri Samudra Jaya 69.

Kronologi Kebakaran: Dari Upaya Merapikan Posisi Hingga Asap Tebal

Menurut keterangan saksi A, peristiwa kebakaran bermula ketika dirinya tiba di kapal sekitar pukul 16.00 WIB. Tujuannya saat itu adalah untuk merapikan posisi kapal yang sedang tertambat di dermaga agar lebih stabil.

  • Menghidupkan Mesin untuk Manuver: Saksi A kemudian menghidupkan mesin kapal. Tindakan ini dilakukan untuk melakukan manuver atau olah gerak, guna memastikan posisi kapal menjadi lebih rapi saat bersandar.
  • Munculnya Asap dari Ruang Mesin: Setelah proses perapian posisi kapal selesai, saksi A berniat untuk mematikan mesin di ruang kamar mesin. Namun, niat tersebut terhalang ketika ia melihat adanya asap hitam pekat yang mulai keluar dari ruangan tersebut.
  • Upaya Pemadaman yang Gagal: Saksi A sempat berusaha masuk ke dalam ruang mesin untuk segera mematikan mesin kapal dan mengendalikan situasi. Sayangnya, upayanya ini tidak berhasil. Asap tebal yang sudah memenuhi ruangan menjadi penghalang utama dan membahayakan bagi saksi.
  • Api Melalap Geladak Kapal: Tak lama berselang setelah upaya pemadaman awal yang gagal, api mulai terlihat membakar bagian geladak buritan kapal. Situasi menjadi semakin genting.

Tindakan Cepat Mencegah Kerugian Lebih Luas

Menyadari potensi bahaya yang lebih besar, terutama risiko api merembet ke kapal-kapal lain yang juga tertambat di dermaga yang sama, saksi A mengambil tindakan cepat dan sigap. Ia segera mengarahkan KM Tri Samudra Jaya 69 ke arah muara Perairan Penjajap. Tindakan ini dilakukan agar api tidak menyebar dan membahayakan aset nelayan lainnya. Setelah berhasil menjauhkan kapal dari dermaga, saksi A kemudian menjatuhkan jangkar untuk menahan kapal agar tidak hanyut.

Upaya pemadaman tidak berhenti hanya pada tindakan awal saksi. Tak lama setelah itu, bantuan datang dari kapal-kapal nelayan lain yang berada di sekitar lokasi. Para nelayan tersebut bahu-membahu memberikan pertolongan dalam proses pemadaman api yang terus membesar.

Kolaborasi Pemadaman Api yang Efektif

Api yang berkobar di KM Tri Samudra Jaya 69 akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 19.00 WIB. Keberhasilan ini merupakan hasil dari upaya pemadaman bersama yang melibatkan berbagai pihak, baik dari petugas maupun masyarakat nelayan.

Proses pemadaman api ini melibatkan koordinasi yang baik antar instansi. Beberapa unit armada pemadam kebakaran dikerahkan untuk mengatasi kobaran api, di antaranya:

  • Dua unit armada dari Badan Pemadam Kebakaran Swasta (BPKS) Pemangkat.
  • Satu unit armada pemadam milik Satuan Polairud (Polisi Air dan Udara) Polres Sambas.

Selain personel dari Satpolairud Polres Sambas yang dipimpin langsung oleh Kasat Polairud, turut serta dalam upaya pemadaman ini:

  • Sejumlah personel dari Pos Bhabinpotmar TNI AL Pemangkat.
  • Anggota dari BPKS Pemangkat.
  • Masyarakat nelayan Desa Penjajap yang sigap memberikan bantuan.

Kerja sama yang solid antara aparat keamanan, petugas pemadam kebakaran, dan masyarakat ini menjadi kunci keberhasilan dalam memadamkan api dan mencegah kerugian yang lebih parah.

Investigasi Penyebab Kebakaran Masih Berlangsung

Meskipun api telah berhasil dipadamkan, insiden kebakaran kapal nelayan ini meninggalkan catatan kerugian material yang cukup besar, diperkirakan mencapai sekitar Rp800 juta rupiah. Kerugian ini mencakup kerusakan pada kapal itu sendiri, termasuk mesin dan perlengkapan lainnya.

Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui penyebab pasti dari kebakaran yang terjadi. Berbagai kemungkinan sedang ditelusuri, mulai dari korsleting listrik, kelalaian dalam perawatan mesin, hingga faktor-faktor lain yang dapat memicu terjadinya kebakaran di atas kapal. Hasil investigasi ini diharapkan dapat memberikan kejelasan dan mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.