Erick Thohir Pastikan Kesiapan Asian Games 2026 Tak Terkendala Anggaran Pelatnas

Optimalkan Prestasi Asian Games 2026: Erick Thohir Tegaskan Komitmen di Tengah Anggaran Terbatas

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia, Erick Thohir, menegaskan kembali komitmen kuat pemerintah dalam memaksimalkan persiapan kontingen Indonesia untuk menghadapi gelaran akbar Asian Games 2026. Meskipun dihadapkan pada realitas penurunan anggaran pemusatan latihan nasional (pelatnas) jika dibandingkan dengan persiapan edisi sebelumnya, upaya pemerintah tetap difokuskan untuk menjaga dan meningkatkan target prestasi Indonesia di salah satu ajang olahraga terbesar di benua Asia ini.

Penegasan ini disampaikan langsung oleh Erick Thohir dalam sesi rapat kerja yang diselenggarakan bersama Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Rapat yang berlangsung pada Selasa, Juni 2026, menjadi forum penting untuk membahas berbagai aspek kesiapan tim Garuda di kancah internasional.

Penyesuaian Anggaran Pelatnas: Tantangan dan Solusi

Salah satu poin krusial yang dibahas adalah mengenai alokasi anggaran pelatnas untuk Asian Games 2026. Erick Thohir memaparkan bahwa anggaran yang tersedia mengalami penurunan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan anggaran yang dialokasikan untuk persiapan Asian Games 2022. Jika pada edisi sebelumnya anggaran pelatnas mencapai sekitar Rp389,8 miliar, untuk Asian Games 2026, alokasi yang tersedia adalah sebesar Rp81 miliar.

Meski demikian, Menpora Erick Thohir memberikan jaminan bahwa prioritas utama tetap pada alokasi dana untuk keberangkatan kontingen Indonesia. Hal ini penting guna memastikan seluruh atlet mendapatkan fasilitas dan dukungan yang memadai agar dapat tampil dalam kondisi optimal dan mengeluarkan seluruh kemampuan terbaik mereka di ajang tersebut.

Target Prestasi: Realistis di Tengah Perubahan Nomor Pertandingan

Menyinggung target medali, Erick Thohir menjelaskan bahwa Indonesia menargetkan perolehan empat medali emas pada Asian Games 2026. Angka ini lebih rendah jika dibandingkan dengan raihan tujuh medali emas yang berhasil dipersembahkan Indonesia pada Asian Games 2022. Penyesuaian target ini didasarkan pada beberapa faktor, terutama perubahan nomor-nomor pertandingan yang sebelumnya menjadi lumbung medali bagi Indonesia, namun kini tidak lagi dipertandingkan.

Tiga nomor pertandingan yang dipastikan dihapus dari program Asian Games 2026 adalah:

  • Nomor 10 meter running target dari cabang olahraga menembak.
  • Nomor 10 meter running target mixed dari cabang olahraga menembak.
  • Nomor traditional boat race (perahu naga).

“Pada Asian Games 2022, Indonesia berhasil meraih tujuh emas. Target kali ini kita turunkan karena ada tiga nomor pertandingan yang tidak lagi dipertandingkan. Dengan kondisi yang ada saat ini, ditambah tiga nomor pertandingan yang dihapus, maka target realistis kita di Asian Games tahun ini adalah empat medali emas,” ujar Erick Thohir.

Sinergi Lintas Sektor untuk Meraih Target

Untuk mewujudkan target empat medali emas tersebut, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) secara proaktif telah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan di dunia olahraga nasional. Erick Thohir menyampaikan bahwa pihaknya telah menggelar pertemuan dengan perwakilan sejumlah induk organisasi cabang olahraga, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), serta Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Tujuan utama dari pertemuan ini adalah untuk merumuskan strategi terbaik yang dapat menjaga daya saing Indonesia di kancah olahraga Asia.

Selain itu, Erick Thohir juga menyampaikan harapan besar agar dukungan dari berbagai pihak, terutama dalam hal pendanaan dan pembinaan atlet, dapat terus meningkat. Menurutnya, perhatian yang memadai dan berkelanjutan sangat krusial untuk menunjang seluruh kebutuhan para atlet dan pelatih yang telah bekerja keras membawa nama harum bangsa Indonesia di panggung internasional.

Apresiasi Tokoh Penggerak Olahraga Nasional

Dalam kesempatan yang sama, Erick Thohir tidak lupa memberikan apresiasi yang tulus kepada sejumlah tokoh yang dinilai memiliki peran aktif dan signifikan dalam mendukung pembinaan olahraga nasional. Beberapa nama yang turut disebutkannya antara lain:

  • Rosan Roeslani: Sebagai pemimpin Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABBSI).
  • Yenny Wahid: Menjabat sebagai Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI).

Erick Thohir berharap agar semakin banyak tokoh dan pemangku kepentingan yang tergerak untuk terlibat dan berkontribusi dalam pengembangan olahraga nasional. Dengan kolaborasi yang kuat dan perhatian yang berkelanjutan, ia optimis bahwa prestasi Indonesia di ajang-ajang internasional, termasuk Asian Games, dapat terus meningkat dan terjaga keberlanjutannya di masa depan.