Penangkapan Pelaku Pembunuhan Dumaris Sitio
Anisa Tumanggor, yang sebelumnya sering membantu mantan mertuanya, Dumaris Sitio (60), diduga menjadi salah satu pelaku dalam pembunuhan dan perampokan yang menimpa korban. Kejadian tersebut terjadi di rumah Dumaris, Jalan Kurnia 2, Kelurahan Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, pada Rabu (29/4/2026).
Pembunuhan tersebut terekam oleh kamera CCTV di dalam rumah. Dalam video tersebut, terlihat empat orang masuk ke dalam rumah, dua di antaranya adalah wanita dan dua lainnya laki-laki. Salah satu dari empat pelaku ini diduga adalah Anisa Florensia atau AF. Dari rekaman, AF tampak mencium tangan Dumaris sebelum berbincang dengannya sambil duduk di kursi. Ia juga ditemani oleh seorang wanita lain.
Tidak lama setelah itu, seorang pria datang dengan membawa balok kayu. Ia langsung menghantam wajah dan kepala Dumaris secara berulang kali. Bahkan ketika korban sudah terkapar, pelaku masih melanjutkan memukulnya.
Kanit Reskrim Polsek Rumbai Pesisir, Iptu Dodi Vivino, mengatakan bahwa tim sedang melakukan pencarian terhadap Anisa Florensia. “Tim menjumpai abang kandung pelaku dan juga teman abang pelaku. Sempat kita amankan ke Polsek. Namun dari keterangan keduanya, tidak pernah bertemu pelaku,” ujarnya.
Anisa sempat menikah dengan anak Dumaris Sitio pada 2022. Pernikahan mereka hanya bertahan selama satu tahun. Meski sudah bercerai, Dumaris masih menjaga hubungan dengan Anisa. Bahkan, korban sering membantu Anisa. Awal April 2026, Anisa mendadak menemui korban di rumah. Saat itu, Dumaris justru kehilangan barang berharga. Oleh karena itu, pihak keluarga memutuskan untuk memasang kamera pengawas CCTV di rumah.
Selain itu, polisi juga mengamankan anak kandung laki-laki korban, berinisial A. A datang dengan sepeda motor saat kejadian ke rumah korban. Ia sempat masuk ke dalam rumah, namun tak lama kemudian keluar. Dari hasil pemeriksaan sementara, A mengaku tidak mengetahui ibunya sudah meninggal dunia. Namun, polisi masih melakukan pemeriksaan intensif terhadapnya.
Dari hasil pemeriksaan medis, korban meninggal dunia akibat pukulan benda tumpul di bagian kepala. “Pukulan benda tumpul itu menyebabkan pendarahan pada otak hingga berujung pada kegagalan fungsi vital otak,” ungkap Dodi.
Koordinasi Tim Kepolisian dalam Menangkap Pelaku
Koordinasi tiga Kepolisian Daerah (Polda) dalam perburuan empat pelaku perampokan dan pembunuhan Dumaris Deniwati Sitio (60) di Rumbai, Pekanbaru, Riau, pada Rabu (29/4/2026) siang, membuahkan hasil maksimal. Meski bersiasat kabur secara terpisah, jejak pelarian empat pelaku berhasil terendus tim gabungan Polda Riau, Sumatera Utara (Sumut), dan Aceh.
Para pelaku itu akhirnya ditangkap pada Sabtu (2/5/2026). Dua orang ditangkap di Aceh Tengah, sedangkan dua lainnya diringkus di Kota Binjai, Sumatra Utara (Sumut). Setelah ditangkap, foto para pelaku beredar cepat di media sosial (medsos).
Berdasarkan foto yang beredar pada Minggu (3/5/2026) dini hari, dua pelaku pria terlihat tak berdaya duduk di bagasi mobil dengan kondisi kedua kaki dibalut perban. Sedangkan dua pelaku perempuan tampak tertunduk lesu duduk berdampingan di ruangan kantor polisi.
Sejauh ini identitas pelaku yang mencuat di publik adalah Anisa Florensia boru Tumanggor. Keempat pelaku kini telah ditahan untuk pemeriksaan intensif. Polisi menegaskan akan menjerat mereka dengan pasal berlapis, yakni pembunuhan berencana dan perampokan dengan kekerasan.






















