Penampilan Menawan Niken Anjani di Gala Premiere Film Dilan ITB 1997
Di malam gala premiere film Dilan ITB 1997, sosok aktris Niken Anjani berhasil mencuri perhatian para netizen. Ia tampil dengan gaun hijau muda tanpa lengan yang dipadukan dengan sepatu hak tinggi berwarna senada. Gaun tersebut memiliki bagian punggung yang terbuka dan dihiasi dengan back necklace yang menjuntai dari leher hingga ke punggung.
Gaun dengan siluet klasik ini dirancang oleh desainer muda asal Bandung, By Catherine Amara. Penampilannya juga diperkuat oleh riasan natural glam hasil karya Kun Soo serta arahan gaya dari stylist Ferry Oktavianus. Tak heran, penampilan Niken sebagai pemeran karakter Ancika dalam film ini mendapat banyak pujian dari netizen.
Niken mengungkapkan bahwa konsep busana yang ia gunakan memang sengaja mengambil inspirasi dari gaya era 90-an, selaras dengan latar waktu film yang dibintanginya bersama Ariel NOAH. “Inspirasinya dari gaya 90-an, tapi dengan sentuhan modern di bagian belakang yang terbuka dan aksen pleats,” ujar Niken.
Foto-foto penampilannya yang diunggah di akun @nikenanjanii pun menuai banyak pujian dari netizen. Beberapa komentar seperti:
- @hasyaky***: “Pantesaaaan abang move on”
- @irawb***: “Cantiknyaaaaaaa mantukuuuu”
- @b977***: “Ancika kamu keren bgt ektingnya, cocok di duetin sama Ariel, lagian juga kalian berdua sedikit mirip, knp gak jalani…. saja kak sama ariel… Semoga berjodoh kalian berdua”
Belajar Logat Bandung dari Ariel NOAH
Di balik penampilannya yang mempesona, Niken Anjani memikul peran penting sebagai Ancika, kekasih Dilan di masa kuliah. Film garapan Pidi Baiq dan Fajar Bustomi ini mengeksplorasi kisah cinta ikonik tersebut dengan latar Institut Teknologi Bandung (ITB) di akhir tahun 90-an.
Untuk mendalami karakter gadis Jawa Barat, Niken melakukan riset mendalam, terutama soal dialek. Secara mengejutkan, ia mengungkapkan bahwa banyak belajar logat Bandung langsung dari Ariel NOAH, pemeran Dilan dalam film ini. “Mungkin kalau aku banyak belajar, kan ceritanya Ancika itu latar belakangnya dari Jawa Barat ya. Jadi aku banyak belajar sedikit logat Bandung dari A Boril,” ujarnya.
Rangkaian Acara Promosi Film Dilan ITB 1997
Menyambut penayangan film Dilan ITB 1997, rumah produksi Falcon Pictures menghadirkan rangkaian acara promosi yang tidak biasa. Selain menggelar konser ‘In Resonantia Progressio’ di Bandung, Falcon Pictures juga mengadakan touring motor dari Jakarta ke Bandung, Rabu (22/4/2026).
Touring motor ini diikuti berbagai komunitas motor dan bukan sekadar konvoi, melainkan bentuk perayaan karakter Dilan yang begitu melekat di hati penonton. Dilan dikenal sebagai remaja anggota geng motor di Bandung bergaya santai, berani, dan penuh kejutan.
Perjalanan dari Jakarta menuju Bandung menjadi simbol perjalanan Dilan tentang kebebasan, persahabatan, dan pencarian arah hidup. Ribuan motor yang melaju bersama diharapkan menciptakan momen kebersamaan hangat, seperti kisah yang selama ini dihadirkan dalam semesta Dilan.
Lebih spesial lagi, siaran langsung ini akan hadir di berbagai titik checkpoint perjalanan, yaitu di Jakarta Timur, Purwakarta, Subang, Lembang, hingga Bandung. Setiap titik akan menghadirkan momen interaksi seru, suasana perjalanan, serta kebersamaan para peserta touring.
Acara ini juga semakin meriah dengan kehadiran para pemain film Dilan ITB 1997, seperti Nazril Irham alias Ariel NOAH, Niken Anjani, Wafda Saifan, serta Dany Beller dan pemain lain. Mereka turut ambil bagian dalam perjalanan penuh cerita ini.
Produser Falcon Pictures, Frederica, mengatakan, touring ini dirancang untuk membawa pengalaman Dilan lebih dekat ke kehidupan nyata para penggemarnya. “Dilan bukan hanya karakter di film, tapi juga representasi dari semangat anak muda bebas, berani, dan penuh cerita,” katanya.
Sutradara Fajar Bustomi menyebutkan, touring ini memiliki kedekatan emosional dengan cerita yang diangkat dalam film. “Motor dan jalanan itu bagian penting dari dunia Dilan, di film ini kita melihat bagaimana Dilan tumbuh, tapi sisi itu tetap ada dalam dirinya,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan ini mencapai puncaknya pada Kamis (23/4/2026) melalui konser ‘In Resonantia Progressio’ di Bandung, sebelum akhirnya film Dilan ITB 1997 resmi tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 30 April 2026.
Bagi Dilan, jalanan bukan hanya tempat untuk pergi tapi juga tempat untuk menemukan cerita. Kali ini, cerita itu akan ditulis bersama motor yang melaju menuju Bandung dan disaksikan oleh ribuan hati lainnya di setiap titik perjalanan.






















