Cuaca Ekstrem di Bangkalan Akibat Masa Pancaroba
Hujan deras disertai petir melanda Kabupaten Bangkalan sejak sore hari hingga malam pada Sabtu (11/4/2026). Peristiwa cuaca ekstrem ini menyebabkan kerusakan pada plafon kamar mandi salah satu rumah warga di Jalan Manggis, Kecamatan Burneh. Meski tidak ada korban jiwa, kejadian tersebut menunjukkan betapa tidak menentunya kondisi cuaca akhir-akhir ini.
Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Bangkalan, Arif Rahmad Surya Atmaja, menjelaskan bahwa kondisi cuaca yang tidak menentu saat ini dipengaruhi oleh masa pancaroba, yaitu peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. “Memang cuaca akhir-akhir ini berubah cepat, ada panas disusul hujan disertai petir dan cuaca panas lagi,” ujarnya kepada Tribun Madura, Minggu (12/4/2026).
Peringatan Dini Hujan Jawa Timur yang diterima BPBD Bangkalan dari Badan Meteologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda pada Jumat (10/4/2026) juga menunjukkan adanya potensi hujan lebat disertai petir di sejumlah wilayah Jawa Timur. Wilayah yang terdampak antara lain Bangkalan, Blitar, Kota Batu, Madiun, Malang, Mojokerto, Nganjuk, Pasuruan, Sampang, Tuban, Magetan, Ngawi, dan Ponorogo.
Meskipun Bangkalan diprediksi aman dari curah hujan maupun badai petir dalam dua hari ke depan, yaitu Minggu (12/4/2026) dan Senin (13/4/2026), BPBD tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Potensi cuaca ekstrem seperti hujan deras berdurasi singkat, angin kencang, atau puting beliung yang muncul mendadak setelah cuaca terik di siang hari tetap menjadi ancaman.
El Nino Godzilla dan Persiapan Menghadapi Kemarau Ekstrem
Fenomena El Nino dengan intensitas sangat kuat yang memicu musim kemarau kering ekstrem nan panjang tidak luput dari perhatian BPBD Kabupaten Bangkalan. Tahun 2026 diprediksi akan terjadi “Kemarau Godzila” yang berpotensi mengganggu kegiatan jadwal tanam dan panen komoditas pangan seperti padi.
Menurut Arif, BMKG menyatakan musim kemarau sejatinya terjadi pada April 2026. Namun, BPBD tetap waspada karena masih ada kemungkinan hujan dari sore sampai malam seperti yang terjadi beberapa waktu lalu. Pemerintah melalui Menteri Pertanian menjamin stok pangan aman menghadapi fenomena tersebut.
Untuk menghadapi potensi kekeringan, BPBD Kabupaten Bangkalan telah melakukan pemetaan terhadap sejumlah desa yang berpotensi terdampak musim kemarau. Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, telah memprioritaskan sebanyak 29 desa untuk diberi bantuan air bersih.
Daftar Desa Prioritas Pengadaan Air Bersih
Berikut adalah daftar 29 desa prioritas yang akan diberi bantuan air bersih:
- Kecamatan Konang: Galis Dajah, Kanagarah, Durin Barat, Batukaban, dan Durin Timur
- Kecamatan Tanah Merah: Pangeleyan, Padurunga, dan Tanah Merah Dajah
- Kecamatan Arosbaya: Desa Batonaong
- Kecamatan Geger: Komabangan, Lerpak, Banyeor Dajah, Banyeor Laok, Katol Barat, dan Desa Dabung
- Kecamatan Sepulu: Desa Klapayan, Gangseyan, Lergunong, Bangsereh, dan Desa Kelbung
Selain itu, BPBD juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan dengan banyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi, menggunakan masker saat berdebu, serta penggunaan sunscreen saat beraktivitas di luar rumah.
Dengan persiapan yang matang, masyarakat Bangkalan diharapkan dapat menghadapi potensi cuaca ekstrem dan musim kemarau yang semakin memprihatinkan.






















