cuaca  

BMKG: Waspadai Hujan Lebat di Ternate hingga Pagi

Peringatan Dini Cuaca untuk Maluku Utara

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Maluku Utara, khususnya terkait potensi hujan lebat yang disertai kilat dan angin kencang. Peringatan ini berlaku mulai pukul 23.00 hingga 02.00 WIT pada Senin, 13 April 2026.

Beberapa wilayah di Maluku Utara diprediksi akan terdampak oleh kondisi cuaca ekstrem ini. Wilayah-wilayah tersebut antara lain:

  • Kabupaten Halmahera Barat: Jailolo, Loloda, Sahu, dan Jailolo Selatan.
  • Kabupaten Halmahera Selatan: Kayoa, Bacan Barat, Kayoa Barat, Kasiruta Barat, dan Kasiruta Timur.
  • Kabupaten Halmahera Timur: Maba Utara.
  • Kota Ternate: Pulau Ternate, Ternate Selatan, Ternate Utara, Moti, dan Ternate Tengah.
  • Kota Tidore Kepulauan: Tidore, Oba Utara, Tidore Selatan, Tidore Utara, Oba Tengah, dan Tidore Timur.

BMKG juga memperingatkan bahwa kondisi cuaca ini dapat meluas ke sejumlah wilayah lain, seperti:

  • Kabupaten Halmahera Barat: Ibu, Tabaru, Ibu Selatan, dan Sahu Timur.
  • Kabupaten Halmahera Tengah: Weda, Weda Utara, Weda Tengah, dan Patani Timur.
  • Kabupaten Halmahera Utara: Galela, Tobelo, Kao, Malifut, dan sekitarnya.
  • Kabupaten Halmahera Selatan: Pulau Makian, Bacan, Bacan Timur, MandioIi, dan Kayoa Selatan.
  • Kabupaten Halmahera Timur: Wasile, Maba, dan sekitarnya.
  • Kota Ternate: Pulau Batang Dua.
  • Kota Tidore Kepulauan: Wilayah Oba dan sekitarnya.

Peringatan dini ini dikeluarkan setelah BMKG melakukan pemantauan terhadap kondisi cuaca dan memperkirakan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih akan berlangsung hingga pukul 02.00 WIT.

Imbauan untuk Masyarakat

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi dampak dari kondisi cuaca ini. Beberapa risiko yang mungkin terjadi antara lain:

  • Genangan air dan banjir lokal.
  • Pohon tumbang akibat angin kencang.
  • Gangguan aktivitas sehari-hari karena adanya petir dan angin kencang.

Kondisi cuaca ini bisa berdampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat, terutama di daerah yang rawan banjir atau memiliki struktur bangunan yang tidak kuat menahan angin kencang.

Langkah Pencegahan

Untuk mengurangi risiko yang mungkin terjadi, masyarakat diminta:

  • Memastikan keamanan rumah dan bangunan agar tidak mudah roboh akibat angin kencang.
  • Menghindari area yang rentan banjir atau genangan air.
  • Menjaga keselamatan diri dan keluarga saat berada di luar ruangan, terutama saat terjadi petir.
  • Memperhatikan informasi cuaca secara berkala melalui sumber-sumber resmi.

Dengan langkah-langkah pencegahan yang tepat, masyarakat dapat lebih siap menghadapi kondisi cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah Maluku Utara.