Berita  

Perseteruan Jual Rumah Memanas, Rachel Vennya Siap Ajukan Tuntutan Hukum, Okin Terancam Dilaporkan

Konflik Rachel Vennya dan Niko Al Hakim Kembali Memanas

Konflik antara artis Rachel Vennya dan mantan suaminya, Niko Al Hakim atau yang akrab disapa Okin, kembali memanas setelah muncul isu penjualan rumah yang diduga merupakan bagian dari kesepakatan untuk anak mereka. Isu ini menimbulkan ketegangan yang semakin besar di antara keduanya, dengan Rachel merasa kesepakatan yang sebelumnya dibuat dilanggar.

Rachel mengungkapkan bahwa ia tidak lagi ingin berdiam diri menghadapi situasi yang dinilai merugikannya. Ia bahkan membuka peluang untuk menempuh jalur hukum demi menyelesaikan masalah yang terus berlarut. Langkah ini memicu spekulasi luas mengenai kemungkinan pelaporan terhadap Niko Al Hakim.

Dalam pernyataannya, kuasa hukum Rachel, Ragahdo Yosodiningrat, menjelaskan bahwa tujuan utama kliennya bukan sekadar ramai-ramai di media sosial. “Jadi, ya sebetulnya di sini yang mau dicari itu bukan masalah ramai-ramai di sosial media. Cuma yang kita mau luruskan ini adalah di mana ya Rachel ingin mencari keadilan,” ujar Ragahdo.

Ia menekankan bahwa langkah yang diambil Rachel fokus pada pemenuhan hak anak-anak, bukan kepentingan pribadi. “Satu, Rachel ingin menuntut hak. Haknya siapa? Hak anak-anak, bukan hak Rachel. Ini terkait tanggung jawab seorang ayah lah terhadap anak-anaknya.”

Ragahdo juga menyebut adanya potensi unsur pidana dalam kasus ini, meski langkah hukum masih dalam pertimbangan. “Kalau saya lihat sih ya sementara ini potensi-potensi pidana nih sebetulnya ada, nanti kita lihat ke depannya apakah akan kita lakukan upaya laporan polisi atau bagaimana.”

Dinamika Hubungan Pasca Perceraian

Menurut Ragahdo, hubungan Rachel dan Niko Al Hakim pasca-cerai sebenarnya sempat berjalan baik, terutama dalam hal pengasuhan anak. “Di sisi lain juga, seperti saya bilang 2021 mereka ini cerai tidak mau ribut karena kita lihat juga pengasuhannya Rachel dengan saudara Niko sebetulnya baik-baik aja. Baik-baik dalam artian untuk anak-anak tuh juga ada acara, terkadang ada yang hadir, masih spend waktu bersama.”

Namun, kondisi tersebut berubah seiring waktu, khususnya terkait tanggung jawab terhadap anak. “Cuma kalau kita lihat makin ke sini kok sepertinya terkait dengan tanggung jawab ini kok makin menghilang gitu. Jadi tidak menutup kemungkinan juga ke depannya mungkin akan dilakukan upaya hukum.”

Opsi Hukum Masih Terbuka

Ragahdo menegaskan bahwa berbagai opsi masih terbuka, baik terkait hak asuh anak maupun dugaan tindak pidana lainnya. “Apakah itu kita akan melakukan dugaan terkait hak asuh anak ataukah melakukan laporan polisi terkait dengan dugaan tindak pidana yang ada atau yang lain-lain.”

Isu penjualan rumah yang diduga sebagai bagian dari kesepakatan untuk anak mereka, Xabiru Oshe Al Hakim, menjadi titik awal konflik ini. Rachel mengaku kecewa karena aset tersebut awalnya dianggap sebagai bentuk pemenuhan tanggung jawab nafkah, namun kini justru akan dialihkan melalui penjualan. Kondisi ini dinilai tidak sejalan dengan kesepakatan awal yang pernah dibangun keduanya.

Polemik tersebut pun dengan cepat menyebar di media sosial dan memicu berbagai respons dari publik. Di sisi lain, Rachel juga mengungkap kesepakatan itu hanya dilakukan secara lisan tanpa bukti tertulis, sehingga menyulitkan posisinya jika ingin membawa persoalan ini ke jalur hukum.

Dengan perkembangan terbaru, perseteruan ini berpotensi memasuki babak baru yang lebih serius dan kompleks. Masyarakat kini menantikan langkah-langkah selanjutnya yang akan diambil oleh Rachel dan kuasa hukumnya.