Warga Gumelar Terseret Arus Saat Bersihkan Parit

Warga Banyumas Hilang Terseret Arus Parit di Sekitar Sungai Tajum

Pada hari Kamis, 2 April 2026 sore, seorang warga dilaporkan hilang setelah diduga terseret arus parit yang terletak di anak Sungai Tajum, Desa Cihonje, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas. Kejadian ini pertama kali diterima oleh Unit Siaga SAR Banyumas sebagai kondisi yang membahayakan nyawa manusia, yaitu satu orang yang hanyut saat berada di aliran parit yang terhubung dengan Sungai Tajum.

Menurut informasi yang diperoleh, kejadian bermula sekitar pukul 17.00 WIB ketika korban diduga sedang membersihkan aliran parit. Korban kemudian diduga terseret arus akibat luapan air dari anak Sungai Tajum. Di lokasi kejadian, ditemukan puing-puing yang menjadi indikasi aktivitas korban sebelum hilang.

Saksi mata kemudian melaporkan ke Perangkat Desa, yang selanjutnya meneruskan laporan tersebut ke Kantor SAR Cilacap untuk meminta perbantuan pencarian. Korban yang hilang diketahui bernama Riswo (63), seorang warga RT 02 RW 01 Desa Cihonje, Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas.

Tim Penyelamat Dikerahkan untuk Mencari Korban

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kepala Kantor SAR Cilacap, M. Abdullah, langsung mengerahkan dua tim penyelamat pada Jumat (3/3/2026) dini hari sekitar pukul 05.00 WIB. Tim yang terdiri dari personel Unit Siaga SAR Banyumas dan Kantor SAR Cilacap diberangkatkan dengan membawa berbagai peralatan, seperti satu set perahu LCR, perahu rafting, peralatan penerangan, alat navigasi, serta alat komunikasi.

“Pada pukul 06.40 WIB, Tim rescue Unit Siaga SAR Banyumas disusul oleh tim rescue Kantor SAR Cilacap tiba di lokasi kejadian. Mereka melakukan koordinasi dengan stakeholder terkait dan melakukan assessment serta menyusun rencana pencarian,” ujar Amin Riyanto, Kepala Unit Siaga SAR Banyumas.

Proses Pencarian Masih Berlangsung

Hingga saat ini, proses pencarian terhadap korban masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Mereka melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai dan area sekitar lokasi kejadian. Upaya pencarian ini dilakukan dengan semangat tinggi dan keterlibatan berbagai pihak terkait untuk memastikan keselamatan korban.

Beberapa langkah penting yang dilakukan dalam proses pencarian antara lain:
* Koordinasi dengan pihak desa dan masyarakat setempat untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.
* Penggunaan peralatan modern seperti perahu dan alat komunikasi untuk mempercepat proses pencarian.
* Evaluasi situasi di lapangan agar rencana pencarian dapat disesuaikan dengan kondisi terkini.

Tim SAR juga tetap menjaga komunikasi dengan keluarga korban untuk memberikan informasi terkini mengenai perkembangan pencarian. Meskipun cuaca tidak menentu dan kondisi aliran air cukup deras, tim tetap berkomitmen untuk mencari korban hingga ditemukan.