Siti Nurhayati Menghadapi Ancaman Pasca-Publikasi Kasus Andrie Yunus
Siti Nurhayati, yang menjabat sebagai Ketua Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jawa Barat, mengalami teror setelah memposting konten di media sosial terkait kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Kejadian ini terjadi pada Minggu (22/3/2026), setelah Siti mengunggah video yang membahas tentang aktor intelektual dalam kasus tersebut.
Setelah unggahan tersebut, Siti menerima pesan dari nomor WhatsApp yang tidak dikenal. Pesan tersebut berisi permintaan agar ia menghapus konten terkait Andrie Yunus. Di hari yang sama, permintaan serupa juga dikirim melalui akun media sosial HMI Jabar. Ancaman terhadap organisasi HMI Jabar disampaikan jika permintaan tersebut tidak dituruti.
Selain itu, Siti juga ditakuti dengan ancaman bahwa dirinya bisa mengalami nasib yang sama seperti Andrie Yunus jika tidak segera menghapus konten yang telah diunggah. Namun, Siti tetap tenang dan tidak takut menghadapi ancaman tersebut.

Siti Nurhayati menegaskan bahwa HMI Jabar tidak akan gentar atau takut terhadap ancaman ini. Mereka berkomitmen untuk fokus pada substansi kasus yang terjadi pada Andrie Yunus, yaitu tuntutan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Pihak kepolisian sudah datang ke rumah Siti, serta Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) siap mengawal dan memastikan keselamatan Siti.
Siti menyatakan bahwa ia belum membuat laporan resmi terkait teror yang dialaminya. Alasannya adalah karena ia ingin fokus pada pengungkapan aktor intelektual dalam kasus Andrie Yunus. Ia juga menyebutkan bahwa kasus ini mulai redam, dan ia merasa bertanggung jawab untuk terus menyuarakan hal tersebut.
Meskipun begitu, Siti menekankan bahwa ia akan menghapus video yang diunggah jika kondisi Andrie Yunus kembali ke semula. Namun, hal ini dinilai mustahil.
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan, menyatakan bahwa kasus teror ini belum masuk dalam laporan ke polisi. Namun, ia menyarankan agar pihak yang merasa terancam segera melaporkan ke polisi agar bisa dilacak nomor HP-nya.
Reaksi dan Tindakan yang Dilakukan
- Tidak Takut: Siti Nurhayati menunjukkan sikap tegar dan tidak takut menghadapi ancaman yang diterimanya.
- Fokus pada Substansi: HMI Jabar tetap berkomitmen untuk fokus pada isu HAM yang menjadi inti dari kasus Andrie Yunus.
- Dukungan dari Pihak Berwajib: Pihak kepolisian dan LPSK telah memberikan dukungan dalam menjaga keselamatan Siti.
- Belum Melaporkan: Siti belum membuat laporan resmi terkait teror, karena ingin fokus pada pengungkapan aktor intelektual dalam kasus tersebut.
- Pemantauan dan Pengawasan: Siti berharap kasus ini dapat terus dipantau dan diawasi oleh pihak berwenang.
Kesimpulan
Siti Nurhayati tetap berpegang pada prinsipnya untuk terus menyuarakan keadilan dan kebenaran dalam kasus yang terjadi pada Andrie Yunus. Meski menghadapi ancaman dan teror, ia tetap optimis bahwa kebenaran akan terungkap. Dengan dukungan dari pihak berwajib dan komunitas HMI, Siti percaya bahwa langkah-langkah yang diambil akan membantu mengungkap aktor intelektual dalam kasus tersebut.






















