Lokal  

Kronologi Warga Mateng Tenggelam di Muara Mess-Patulana, Jasad Ditemukan Mertua di Dasar Sungai

Kecelakaan Maut di Muara Mess-Patulana

Seorang warga bernama Adi ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di perairan muara Mess-Patulana, Desa Babana, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, pada Senin (30/3/2026). Peristiwa tersebut terjadi saat korban sedang menyeberang menggunakan rakit atau pincara.

Korban terjatuh ke sungai saat menyeberang dari Desa Budong-budong menuju Desa Babana. Saat itu, sepeda motor yang berada di atas rakit tiba-tiba rebah di tengah penyeberangan. Kejadian tersebut membuat korban kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke dalam air.

Arus yang deras dan luasnya perairan muara menyebabkan korban tidak mampu menyelamatkan diri. Akibatnya, korban dinyatakan tenggelam. Tim Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mamuju bersama warga setempat melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.

Kepala Dantim Basarnas Mamuju, Devis, menjelaskan bahwa pencarian difokuskan di area muara tempat korban dilaporkan terjatuh. Tim melakukan penyisiran di perairan hingga akhirnya korban berhasil ditemukan.

Korban pertama kali ditemukan oleh mertuanya sendiri yang turut menyelam ke dasar sungai dalam proses pencarian. Jasad korban ditemukan sekitar 20 meter dari lokasi awal saat ia terjatuh dari pincara. Setelah berhasil ditemukan, jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah duka di Desa Tumbu untuk disemayamkan.

Penyeberangan Mess-Patulana

Penyeberangan Mess-Patulana berada di kawasan pesisir yang menghubungkan Desa Budong-budong dan Desa Babana. Berdasarkan data peta digital, lokasi tersebut berjarak sekitar 17 kilometer dari pusat ibu kota Kabupaten Mamuju Tengah di Topoyo.

Menurut informasi yang dihimpun, penyeberangan ini kerap digunakan warga setempat untuk aktivitas sehari-hari. Meski tersedia jalur darat sebagai alternatif, jaraknya cukup jauh sehingga banyak warga memilih menggunakan rakit penyeberangan atau pincara untuk menyeberangi muara tersebut.

Faktor-faktor yang Memicu Kecelakaan

Beberapa faktor dapat menjadi penyebab kecelakaan tersebut. Pertama, kondisi cuaca dan arus air yang tidak stabil bisa memengaruhi keselamatan pengguna rakit. Kedua, kondisi rakit atau pincara yang mungkin tidak dalam keadaan baik atau tidak sesuai dengan standar keselamatan. Ketiga, kurangnya kesadaran masyarakat akan risiko yang ada saat menggunakan alat transportasi air.

Selain itu, kurangnya fasilitas penyeberangan yang memadai juga menjadi salah satu kendala. Banyak warga memilih menggunakan rakit karena akses jalan darat yang jauh dan tidak praktis. Hal ini menunjukkan pentingnya adanya solusi jangka panjang untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan masyarakat dalam melakukan perjalanan antar desa.

Upaya Peningkatan Keselamatan

Dalam rangka mencegah kejadian serupa, diperlukan langkah-langkah yang lebih sistematis. Salah satunya adalah melibatkan pemerintah daerah dalam memperbaiki infrastruktur penyeberangan. Selain itu, edukasi kepada masyarakat tentang cara menggunakan rakit secara aman dan memastikan kondisi alat tersebut dalam keadaan baik juga sangat penting.

Berdasarkan laporan dari tim Basarnas, diperlukan pula koordinasi yang lebih baik antara instansi terkait dan masyarakat setempat dalam hal keamanan dan keselamatan selama perjalanan. Dengan demikian, kejadian seperti ini dapat diminimalkan dan nyawa manusia dapat diselamatkan.