Penguatan Kerja Sama Ekonomi Indonesia dan Tiongkok
Indonesia memperkuat kerja sama ekonomi dengan Tiongkok melalui Indonesia–China Food & Ecosystem Forum 2026 yang digelar di Wuhan. Forum ini dirangkaikan dengan partisipasi Indonesia dalam The 14th China Food Trade Fair 2026.
Pemerintah tidak hanya menargetkan peningkatan ekspor, tetapi juga mendorong masuknya investasi industri pengolahan ke dalam negeri untuk memperkuat ekosistem pangan nasional. Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Maman Abdurrahman menekankan pentingnya membangun ekosistem pangan yang terintegrasi dari hulu ke hilir dalam kerja sama ini.
“Dalam memperkuat kemitraan ekosistem pangan Indonesia dan China, terdapat tiga prioritas utama yang perlu kita dorong bersama, yaitu penguatan rantai pasok pangan yang terintegrasi, kolaborasi teknologi dan inovasi industri pangan, serta perluasan akses pasar dan kemitraan investasi. Kerja sama ini harus mencakup seluruh rantai nilai, mulai dari produksi hingga distribusi berbasis digital,” kata Maman dalam keterangannya, Selasa (31/3/2026).
Ia menambahkan, kolaborasi tersebut harus diwujudkan dalam bentuk implementasi nyata, terutama dalam investasi dan kemitraan jangka panjang. Forum ini mempertemukan pemerintah, pelaku industri, investor, hingga pemilik merek dari kedua negara. Fokusnya adalah membangun kolaborasi konkret, terutama dalam pengembangan industri pengolahan pangan di Indonesia.
Ketua Umum ASEAN Trade, Tourism, and Economics Council (ATTEC) dan Ketua Umum HIPPINDO Budihardjo Iduansjah mengatakan, kerja sama ini diarahkan agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga basis produksi. “Kami tidak hanya mendorong peningkatan ekspor, tetapi juga membuka peluang investasi industri ke Indonesia. Dengan menghadirkan investor dan pelaku industri, kita ingin mendorong pembangunan fasilitas produksi di dalam negeri, sehingga Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga menjadi basis produksi yang mampu memenuhi kebutuhan domestik dan ekspor,” ujarnya.
Partisipasi dalam Pameran Internasional
Sebagai bagian dari agenda, Indonesia juga membuka Paviliun Indonesia dalam pameran The 14th China Food Trade Fair 2026. Sebanyak 17 exhibitor dari berbagai sektor ikut ambil bagian, mulai dari produk perikanan hingga makanan olahan bernilai tambah. Partisipasi ini menjadi sarana untuk memperkenalkan produk nasional sekaligus menjajaki kemitraan bisnis dengan pelaku industri di Tiongkok.
Kerja sama ini juga diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman dengan Liang Zhi Long Group untuk penyelenggaraan Asian Food & Ecosystem Expo (AFEX). Selain itu, Letter of Intent (LoI) juga diteken bersama Chongqing Department Store Co., Ltd dan Liang Zhi Long untuk membuka akses perdagangan produk Indonesia ke pasar Tiongkok.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi menilai pasar Tiongkok masih sangat potensial untuk dimanfaatkan oleh pelaku usaha Indonesia. “Dengan potensi pasar Tiongkok yang sangat besar, kami optimistis kerja sama antar pelaku usaha kedua negara akan terus berkembang. Rangkaian kegiatan ini diharapkan tidak hanya memperkuat hubungan perdagangan bilateral, tetapi juga membuka akses yang lebih luas bagi produk Indonesia untuk tumbuh di pasar global,” ujarnya.






















