Progres Pembangunan Tol Gedebage-Tasikmalaya Menemui Titik Terang, Lelang Segera Dimulai
Kabupaten Bandung – Pembangunan Jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya (Tol Geta) kini semakin mendekati kenyataan. Pemerintah, melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Kementerian Keuangan, telah menyelesaikan berbagai persiapan krusial, termasuk proses lelang, yang dijadwalkan akan dieksekusi mulai kuartal II tahun 2026.
Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR, Rachman Arief Dienaputra, menyatakan bahwa pihaknya akan memastikan seluruh dokumen teknis dan finansial proyek ini benar-benar matang sebelum ditawarkan kembali kepada para investor. Langkah ini diambil untuk menjamin kelancaran dan keberhasilan investasi.
Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) sebelumnya telah mengimbau para calon peserta lelang jalan tol, termasuk untuk Tol Geta, agar senantiasa memantau informasi terkini melalui kanal resmi BPJT. Pengumuman di kanal tersebut menegaskan bahwa proses registrasi peserta lelang akan segera dibuka. Oleh karena itu, para pihak yang berminat diharapkan untuk terus mengikuti pembaruan resmi.
Tahun ini, BPJT berencana untuk melaksanakan lelang sebanyak 19 proyek jalan tol. Tol Geta merupakan salah satu dari belasan proyek strategis yang masuk dalam daftar lelang tersebut.
Proyek Tol Geta direncanakan akan melintasi total 28 desa yang tersebar di enam kecamatan di Kabupaten Bandung.
Daftar Desa dan Kecamatan di Kabupaten Bandung yang Terkena Dampak Proyek Tol Geta:
Kecamatan Cicalengka
- Desa Bojong
- Desa Mandalawangi
- Desa Narawita
- Desa Margaasih
- Desa Ciherang
- Desa Ganjar Sabar
- Desa Citaman
- Desa Nagreg
Kecamatan Paseh
- Desa Cigentur
- Desa Karangtunggal
- Desa Tangsimekar
- Desa Cijagra
- Desa Cipedes
Kecamatan Bojongsoang
- Desa Tegalluar
- Desa Sukamanah
Kecamatan Solokan Jeruk
- Desa Cibodas
- Desa Langensari
- Desa Padamukti
- Desa Panyadap
Kecamatan Cikancung
- Desa Srirahayu
- Desa Mekarlaksana
- Desa Ciluluk
- Desa Cikancung
- Desa Mandalasari
- Desa Cihanyir
Kecamatan Rancaekek
- Desa Bojongloa
- Desa Tegal Sumedang
- Desa Sukamanah
Anggaran dan Estimasi Investasi
Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR, Rachman Arief, mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 27,55 miliar untuk mendukung tahapan persiapan hingga pelaksanaan lelang proyek-proyek jalan tol ini. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp 23,33 miliar diperuntukkan khusus untuk persiapan 19 proyek tol, termasuk Tol Geta.
“Untuk kegiatan tahap penyiapan 19 proyek tol KPBU dialokasi sebesar Rp 23,33 miliar dan estimasi biaya investasi sebesar Rp 408,68 triliun,” jelas Rachman Arief dalam sebuah rapat bersama Komisi V DPR RI di Senayan, Jakarta.
Rapat tersebut menjadi momentum penting yang memberikan penjelasan dan perkembangan terbaru mengenai Tol Geta. Proyek yang telah digaungkan pemerintah dan mengalami proses lelang sejak dua tahun lalu ini, kini menunjukkan kemajuan signifikan. Sebelumnya, rencana proyek Tol Geta telah berjalan dalam tahap pembebasan tanah. Namun, proses lelang sempat diulang karena belum adanya pemenang dalam dua kali pelaksanaan sebelumnya.
Profil Tol Geta dan Perkembangan Terbarunya
Tol Geta telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) melalui Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 21 Tahun 2022. Target awal penyelesaian ruas Gedebage–Tasikmalaya ditetapkan pada tahun 2024.
Awalnya, Tol Geta ini dirancang memiliki panjang total mencapai 206,65 kilometer, yang terdiri dari:
* Jawa Barat: 171,40 km
* Jawa Tengah: 35,25 km
Namun, berdasarkan perkembangan terbaru, proyek ini diproyeksikan akan berjalan hingga wilayah Tasikmalaya.
Tol Geta sendiri akan terdiri dari dua seksi utama:
* Seksi 1: Junction Gedebage – Garut Utara (dengan panjang sekitar 45,20 km)
* Seksi 2: Garut Utara – Tasikmalaya (dengan panjang sekitar 50,32 km)
Dengan dimulainya persiapan lelang pada kuartal II tahun 2026, pembangunan Tol Geta diharapkan dapat segera terealisasi dan memberikan kontribusi signifikan terhadap konektivitas dan pembangunan ekonomi di wilayah Jawa Barat, khususnya antara Bandung dan Tasikmalaya.




















