Disbunnak Sulteng Raih Peringkat II Penghargaan P3DN 2025: Komitmen Kuat untuk Produk Lokal dan Pertanian Berkelanjutan
Palu – Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Sulawesi Tengah kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih peringkat II dalam ajang Penghargaan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) Tahun 2025. Penghargaan ini secara khusus ditujukan untuk kategori perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Prestasi ini menjadi bukti nyata komitmen Disbunnak dalam mendukung kebijakan nasional untuk memprioritaskan produk-produk buatan Indonesia, terutama dalam setiap program bantuan yang disalurkan kepada masyarakat.
Penghargaan bergengsi ini secara resmi dirilis oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulawesi Tengah. Surat penetapan penghargaan tersebut ditandatangani langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, pada tanggal 1 Desember 2025, menandai apresiasi tertinggi atas upaya Disbunnak dalam mewujudkan P3DN.
Komitmen Terdepan dalam Penggunaan Produk Lokal
Andi Datniarty Kemalasari, Kepala Sub Bagian Perencanaan Program Disbunnak Sulteng, mengungkapkan bahwa penghargaan ini merupakan cerminan dari dedikasi dan konsistensi Disbunnak dalam mengimplementasikan kebijakan P3DN. “Kami memastikan bahwa seluruh produk bantuan yang disalurkan oleh Disbunnak kepada masyarakat adalah produk-produk dalam negeri,” tegas Andi Datniarty saat ditemui di ruang kerja Plt Kepala Disbunnak Sulteng, Rohaniah, pada Sabtu, 27 Desember 2025.
Komitmen ini tidak hanya sebatas pernyataan, tetapi telah diwujudkan dalam berbagai program nyata. Penggunaan produk dalam negeri menjadi prioritas utama dalam setiap pengadaan barang dan jasa yang dilakukan oleh Disbunnak, mulai dari peralatan, bahan baku, hingga kebutuhan operasional lainnya. Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal dan nasional, serta mendorong pertumbuhan industri dalam negeri.
Inovasi Pupuk Hayati: Langkah Nyata Menuju Pertanian Berkelanjutan
Salah satu implementasi P3DN yang paling menonjol di Disbunnak Sulteng adalah dalam sektor pertanian, khususnya melalui dorongan penggunaan pupuk hayati. Inisiatif ini menjadi alternatif penting pengganti pupuk kimia konvensional. Pupuk hayati dipilih karena dinilai memiliki keunggulan dalam meningkatkan kesuburan tanah secara alami dan mendukung keberlanjutan produktivitas pertanian dalam jangka panjang.
“Penggunaan pupuk hayati bertujuan untuk menguatkan unsur hara tanah sekaligus mendukung peremajaan tanaman agar lebih berkelanjutan,” jelas Andi Datniarty. Ia menambahkan bahwa strategi ini sejalan dengan upaya Disbunnak untuk mewujudkan pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Lebih lanjut, Andi Datniarty menjelaskan pendekatan Disbunnak dalam menangani permasalahan pertanian. “Kalau ada kebun, contohnya kakao yang tidak sukses, kita cari tahu apa yang kurang. Apakah bibitnya, kondisi tanahnya, atau faktor lainnya,” paparnya. Pendekatan holistik ini memastikan bahwa setiap intervensi yang dilakukan oleh Disbunnak didasarkan pada analisis mendalam terhadap kebutuhan spesifik lahan dan tanaman, dengan mengutamakan solusi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Kebijakan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan hasil panen semata, tetapi juga pada pemeliharaan kesehatan tanah. Dalam jangka panjang, tanah yang sehat akan mampu menopang produktivitas pertanian yang stabil dan berkesinambungan, serta mengurangi ketergantungan pada input kimia yang dapat merusak ekosistem.
Pencapaian Signifikan dalam Dua Tahun Program
Program P3DN di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah sendiri baru berjalan selama dua tahun. Meskipun tergolong relatif baru, Disbunnak Sulteng telah menunjukkan kinerja yang sangat baik dan membuahkan hasil yang signifikan. Keberhasilan meraih peringkat II pada tahun 2025 ini menjadi bukti bahwa Disbunnak memiliki visi yang jelas dan strategi yang efektif dalam mendukung program nasional ini.
Pencapaian ini juga mencerminkan kerja keras seluruh jajaran Disbunnak Sulteng. Pernyataan mengenai komitmen dan implementasi P3DN ini disampaikan secara resmi oleh Plt Kepala Disbunnak Sulteng, Rohaniah, melalui Kepala Sub Bagian Perencanaan Program, Andi Datniarty Kemalasari. Hal ini menunjukkan adanya sinergi dan kolaborasi yang kuat di dalam internal dinas.
Penghargaan P3DN ini menjadi momentum penting bagi Disbunnak Sulteng untuk terus meningkatkan komitmennya dalam penggunaan produk dalam negeri dan mendorong praktik pertanian yang berkelanjutan. Diharapkan, prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi perangkat daerah lainnya di Sulawesi Tengah untuk turut serta dalam mensukseskan program P3DN demi kemajuan ekonomi bangsa.





















