Patrolmedia, Washington – Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth mengklaim sebuah kapal selam AS telah menenggelamkan kapal perang Iran.
Konflik ini semakin memnuat ketegangan di Samudra Hindia memuncak.
Dilansir dari BBC, Kamis (5/3/2026), Hegseth mengungkapkan kapal itu karam usai dihantam torpedo pada Selasa waktu setempat.
Ia bahkan menyebut kapal musuh tersebut tenggelam dengan “tenang”.
“Sebuah kapal selam AS menenggelamkan kapal perang Iran yang mengira dirinya aman di perairan internasional,” tegas Hegseth dalam konferensi pers, Rabu (4/3).
Hegseth mengklaim aksi ini merupakan sejarah baru bagi militer Paman Sam.
“Ini adalah penenggelaman kapal musuh pertama oleh torpedo (oleh AS) sejak Perang Dunia Kedua,” klaimnya.
Meski Hegseth tak merinci nama kapal, pengumuman ini bertepatan dengan laporan dari Sri Lanka.
Otoritas setempat menyatakan Angkatan Laut mereka merespons panggilan darurat dari kapal Iran bernama Iris Dena pada Rabu pagi.
Kapal perusak tersebut dilaporkan karam sekitar 40 km (25 mil) dari garis pantai selatan Sri Lanka. Berikut fakta-fakta terkait evakuasi:
Korban Tewas: 80 jenazah ditemukan di atas kapal oleh tim penyelamat.
Korban Selamat: 32 orang berhasil dievakuasi, namun mengalami luka serius.
Total Penumpang: Berdasarkan dokumen, diduga ada 180 orang di atas kapal Iris Dena.
Kondisi Korban: Para penyintas kini dilarikan ke rumah sakit di pelabuhan Galle.
Departemen Pertahanan AS (Pentagon) juga merilis video yang menunjukkan momen mencekam tersebut.
Dalam rekaman itu, terlihat sebuah kapal dihantam torpedo hingga bagian buritannya terangkat ke udara sebelum akhirnya meledak hebat.
Di sisi lain, juru bicara Angkatan Laut Sri Lanka, Budhika Sampath, sempat membantah laporan awal soal serangan kapal selam.
Ia menyebut saat operasi penyelamatan dimulai, tim hanya melihat tumpahan minyak dan rakit penyelamat yang mengapung.
Tenggelamnya Iris Dena terjadi di tengah gempuran udara AS dan Israel ke Iran yang telah berlangsung selama 5 hari berturut-turut.
Militer Israel mengklaim telah menghantam “markas keamanan” di Teheran pada Rabu kemarin.
Situasi di Timur Tengah pun kian membara:
Israel: Melancarkan serangan udara ke Lebanon dan mengirim pasukan darat ke wilayah selatan untuk menggempur Hizbullah.
Iran: Melakukan serangan balasan yang dilaporkan menyasar Arab Saudi dan Kuwait.
Turki: Mengklaim pertahanan NATO berhasil menembak jatuh rudal Iran yang mengarah ke wilayah mereka.
Sementara itu, Pemerintah Sri Lanka memilih tetap netral dan meminta semua pihak menahan diri.
Menteri Luar Negeri Sri Lanka, Vijitha Herath, sebelumnya juga menyampaikan belasungkawa atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Khamenei, pada Sabtu lalu.
(Kml/EN)























