
Keberhasilan ini juga tercermin dalam angka tahunan. Realisasi PAD parkir tahun 2025 tercatat mencapai lebih dari Rp 15 miliar, naik signifikan dibanding tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 11,2 miliar.
Bahkan, dalam empat bulan pertama kepemimpinannya (hingga Januari 2026), tambahan PAD yang terkumpul sudah menembus angka Rp 4 miliar.
Untuk mengamankan target Rp 37 miliar pihaknya memetakan 593 titik parkir resmi di seluruh penjuru kota.
Guna memastikan sistem berjalan, satu koordinator akan ditempatkan di setiap kecamatan.
Leo juga tidak main-main soal kedisiplinan. Pegawai atau unit pelaksana teknis (UPT) yang lalai menjalankan kewajiban setoran harian akan langsung dijatuhi sanksi administratif.
“Kalau tidak setor per hari akan kena SP (Surat Peringatan). Ini bukan soal keras atau tidak, tapi soal komitmen membenahi sistem parkir agar lebih transparan dan akuntabel,” tegasnya lagi.
Meski capaian saat ini baru menyentuh sekitar 40% dari potensi maksimal, Leo optimistis PAD Batam akan terus merangkak naik seiring dengan perbaikan sistem di lapangan.
“Kalau sistemnya bersih dan disiplin, hasilnya pasti ikut naik secara alami,” tutup Leo.
Editor: Erwin Syahril





















