
Honda Freed bekas menjadi salah satu pilihan mobil MPV dengan pintu geser yang terjangkau. Namun, usia model yang sudah cukup lama membuat minat konsumen tidak sebesar dulu. Harganya pun bervariasi mulai dari Rp 100 jutaan hingga Rp 170 jutaan, tergantung tahun dan kondisi kendaraan.
Model yang dahulu sangat diminati kini disebut tidak lagi sepopuler beberapa tahun lalu. Daya tarik Honda Freed mulai berkurang karena munculnya persaingan dari mobil bekas berusia lebih muda. Hal ini diungkapkan oleh Peter, pengusaha lapak mobil di WTC Mangga Dua. Ia menjelaskan bahwa penurunan minat tersebut dipengaruhi oleh usia kendaraan.
“Penjualan Honda Freed masih oke, tapi tidak sebanyak dulu. Karena sudah terlalu tua. Yang paling muda adalah 2015, tapi jumlah unitnya sedikit. Misalnya, Honda Freed 2015 bisa dijual antara Rp 160 juta hingga Rp 170 juta,” ujarnya kepada , Senin (6/7/2026).
Menurut Peter, harga Honda Freed bekas memiliki rentang yang cukup luas. Hal ini tergantung pada generasi, tahun produksi, serta kondisi unit yang ditawarkan.
“Honda Freed pertama kali diluncurkan pada 2008, kemudian ada pembaruan pada 2010, lalu 2013, dan akhirnya versi Power Sliding Door (PSD). Unit yang harganya mencapai Rp 160 jutaan ini sudah menggunakan fitur PSD,” tambahnya.

Untuk unit generasi awal, harga yang ditawarkan lebih terjangkau. Namun, konsumen tetap harus memperhatikan kondisi kendaraan sebelum memutuskan untuk membeli.
“Unit generasi awal masih bisa ditemukan dengan harga Rp 100 jutaan. Jika sudah berusia beberapa tahun, harganya agak stabil. Misalnya, mobil tahun 2009 bisa dijual sekitar Rp 110 jutaan jika dalam kondisi baik,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa ada beberapa aspek penting yang perlu diperiksa mengingat usia mobil yang tidak muda. Mulai dari kondisi mesin hingga kaki-kaki yang sering menjadi perhatian pada mobil Honda.
“Karena sudah tua, yang perlu diperhatikan adalah mesinnya. Apakah ada kebocoran atau kerusakan pada kaki-kaki? Honda memang memiliki masalah pada bagian kaki-kaki. Jika semua bagian dalam kondisi baik, maka mobil dengan harga Rp 110 jutaan masih bisa laku,” tegasnya.
Dari sisi penyegaran model, Honda Freed mengalami beberapa perubahan minor selama siklus hidupnya. Salah satunya adalah sistem pendingin kabin atau AC di baris kedua.
“Facelift pertama kali dilakukan pada 2010, lalu pada 2013 terjadi perubahan pada AC. Pada tahun 2013, AC sudah dilengkapi double blower,” katanya.

Meski ada perbedaan fitur, selisih harga antartahun produksi tidak terlalu signifikan. Biasanya hanya terpaut belasan juta rupiah tergantung kondisi unit.
“Biasanya, perbedaan fitur seperti itu tidak menyebabkan perbedaan harga yang terlalu besar. Selisihnya biasanya hanya sekitar Rp 10 juta hingga Rp 20 juta. Misalnya, mobil 2013 bisa dijual antara Rp 140 juta hingga Rp 150 juta, tergantung kondisi,” lanjutnya.
Dari sisi ketersediaan unit, Peter mengatakan bahwa Honda Freed masih cukup mudah ditemukan di pasar mobil bekas. Namun, jumlahnya tidak sebanyak model lain di segmen serupa.
“Di masa lalu, kita bisa menjual Honda Freed dalam waktu kurang dari sebulan. Tapi sekarang, prosesnya lebih lama. Biasanya butuh dua bulan untuk laku,” tutupnya.






















