Sejak kemunculannya, Hyundai Stargazer Cartenz telah menarik perhatian banyak orang di pasar MPV (Multi-Purpose Vehicle). Daya tariknya tidak hanya terletak pada desainnya yang unik dan futuristik, tetapi juga pada kelengkapan fitur-fitur canggih yang disematkan di dalamnya. Salah satu pemilik Stargazer Cartenz, Kahfiardi Fajri, seorang warga Jakarta, berbagi pengalamannya menggunakan mobil keluaran tahun 2025 ini untuk kegiatan sehari-hari.
“Alasan utama saya memilih Stargazer adalah karena fiturnya paling lengkap di kelasnya, terutama ADAS (Advanced Driver-Assistance Systems) yang sangat membantu kenyamanan berkendara,” ungkap Kahfi.
Teknologi Keselamatan yang Unggul
Menurut Kahfi, kehadiran teknologi keselamatan aktif merupakan nilai tambah yang signifikan dibandingkan dengan para pesaingnya di segmen yang sama. Fitur-fitur seperti Forward Collision-Avoidance Assist (FCA), Lane Keeping Assist (LKA), dan Blind-Spot Collision-Avoidance Assist (BCA) memberikan rasa aman dan percaya diri saat berkendara.
Selain itu, fitur konektivitas juga menjadi pertimbangan penting bagi Kahfi. “Bluelink dan fitur SOS membuat saya merasa lebih tenang, terutama saat melakukan perjalanan jauh,” katanya. Bluelink adalah sistem konektivitas yang memungkinkan pengemudi untuk mengakses berbagai fitur mobil melalui smartphone, seperti menghidupkan mesin dari jarak jauh, mengunci dan membuka pintu, serta memantau kondisi mobil. Fitur SOS memungkinkan pengemudi untuk menghubungi layanan darurat secara otomatis jika terjadi kecelakaan.
Pengalaman Berkendara yang Nyaman dan Praktis
Selama menggunakan Stargazer Cartenz, Kahfiardi mengaku cukup puas dengan karakter berkendaranya, terutama untuk penggunaan di dalam kota hingga perjalanan ke daerah pegunungan. Suspensi yang nyaman dan mesin yang responsif membuat perjalanan terasa menyenangkan.
Saat terjebak kemacetan, fitur adaptive cruise control dinilai sangat membantu mengurangi rasa lelah. “Nyaman banget dipakai dalam kota pas macet, tinggal aktifkan cruise control,” ucapnya. Fitur ini memungkinkan mobil untuk secara otomatis menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan dan menyesuaikan kecepatan sesuai dengan lalu lintas.
Ketika melintasi jalan menanjak, fitur auto hold juga membuat pengendaraan terasa lebih praktis, terutama saat berhenti di tanjakan. Fitur ini mencegah mobil mundur saat berhenti di tanjakan tanpa perlu menginjak pedal rem.
Tak hanya itu, fitur lane following assist membuat mobil tetap berada di jalurnya sehingga perjalanan terasa lebih santai, sementara blind spot assist membantu mengurangi potensi kecelakaan saat berpindah jalur. Lane following assist secara otomatis mengoreksi arah kemudi untuk menjaga mobil tetap berada di tengah jalur, sementara blind spot assist memberikan peringatan jika ada kendaraan lain di area blind spot.
Layanan Purna Jual yang Responsif
Soal layanan purna jual, Kahfi menilai Hyundai cukup sigap dalam menangani keluhan. Ia bercerita, saat mobil baru diterima, terdapat masalah pada port lighter akibat soket yang terputus. “Langsung diganti waktu servis pertama,” ujarnya.
Selain itu, fitur Bluelink sempat mengalami kendala di awal pemakaian. Namun pihak diler dan teknisi disebut cepat merespons. “Bahkan mekaniknya sampai datang ke rumah buat perbaikin,” kata Kahfi. Hal ini menunjukkan komitmen Hyundai dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggannya.
Beberapa Kekurangan yang Perlu Diperhatikan
Meski banyak kelebihan, Kahfi tak menampik ada beberapa kekurangan yang ia rasakan selama menggunakan Stargazer Cartenz. Salah satunya adalah sistem emergency brake dinilai terlalu sensitif sehingga sering kali membuat pengemudi terkejut ketika mobil mengerem secara tiba-tiba saat mendeteksi ada obyek di depan. “Sering bikin kaget kalau lagi nyetir, karena terlalu responsif,” ujarnya.
Dari sisi pencahayaan, lampu utama disebut kurang terang saat digunakan malam hari, ditambah belum adanya fog lamp sebagai standar. Hal ini dapat menjadi masalah bagi pengemudi yang sering berkendara di malam hari atau di daerah dengan kondisi cuaca buruk.
Kekurangan lain yang cukup unik datang dari sisi desain. “Agak bingung mau ganti pelek, karena bentuk fender-nya kotak, jadi pilihan model pelek terasa terbatas,” kata dia. Hal ini mungkin menjadi pertimbangan bagi mereka yang ingin memodifikasi tampilan mobilnya.
Kesimpulan: Kelebihan dan Kekurangan Hyundai Stargazer Cartenz
Berikut adalah rangkuman kelebihan dan kekurangan Hyundai Stargazer Cartenz berdasarkan pengalaman Kahfiardi Fajri:
Kelebihan:
- Fitur ADAS lengkap yang meningkatkan keselamatan dan kenyamanan berkendara.
- Fitur berkendara seperti cruise control adaptif dan auto hold sangat membantu, terutama saat macet dan di tanjakan.
- Layanan purna jual responsif dan solutif, dengan teknisi yang siap datang ke rumah untuk memperbaiki masalah.
Kekurangan:
- Sistem emergency brake terlalu sensitif dan sering mengejutkan pengemudi.
- Lampu utama kurang terang untuk penggunaan malam hari.
- Desain fender terlalu kotak sehingga pilihan model pelek terbatas.


















