Geram Air Sering Mati, Li Claudia Ancam Putus Kontrak dengan PT ABH

Air Sering Mati di Batam
Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra saat rapat dengan manajemen PT ABH terkait krisis air diTanjung Sengkuang. (Foto: IG: Li Claudia Chandra)

Patrolmedia, ​Batam – Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra menegaskan tidak segan-segan mengevaluasi hingga memutus kontrak kerja sama pengelolaan air bersih oleh PT Air Batam Hilir (ABH) jika pelayanan tak kunjung membaik.

Li Claudia meradang terkait krisis air bersih yang kerap menghantui warga selama ini.

​Ancaman ini menyusul banyaknya keluhan warga, salah satunya di kawasan Tanjung Sengkuang, yang kesulitan mendapat pasokan air secara berkelanjutan, hingga menggelar aksi demo di depan Kantor BP Batam pada Kamis (22/1/2025) lalu.

“Kita akan mengevaluasi kerja sama pengelolaan air bersih oleh PT Air Batam Hilir (ABH) apabila tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat seperti warga Tanjung Sengkuang secara berkelanjutan,” tegas Li Claudia, Selasa (27/1/2026).

​’Tak Usah Kerja Sama’

​Li Claudia menekankan, fokus utama pemerintahannya adalah memastikan hak dasar warga terpenuhi.

Bagi dia, tidak ada kompromi soal distribusi air yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat.

​”Kalau tidak bisa memenuhi kebutuhan air, kita putus saja, tak usah kerja sama. Saya maunya ada air untuk warga,” cetusnya.

Claudia Minta Air Harus Mengalir 24 Jam

​Politisi partai Gerindra ini juga memberikan syarat mutlak bagi pengelola air jika ingin kontrak kerja sama berlanjut di masa depan.

Ia menuntut jaminan distribusi air bersih tanpa henti.

​”Ke depan, kalau memang kerja sama berlanjut, harus 24 jam ada air bersih,” tegasnya.

​Pernyataan keras ini menjadi sinyal peringatan bagi pengelola air bersih di Batam agar bertanggung jawab penuh terhadap pelayanan publik.

Langkah tegas ini diambil sebagai respon langsung atas keresahan masyarakat yang selama ini terdampak gangguan distribusi air yang berkepanjangan.

Sementara itu, ​Polsek Batu Ampar mengantisipasi potensi konflik sosial terkait distribusi air bersih di Kelurahan Tanjung Sengkuang, Batam.

Polisi bersilaturahmi dengan tokoh masyarakat hingga LSM untuk memastikan situasi tetap kondusif, Senin (26/1/2026).

​Kapolsek Batu Ampar, Kompol Amru Abdullah, menyebut kehadiran pihaknya merupakan representasi negara dalam mengawal aspirasi warga.

​”Air bersih adalah kebutuhan dasar. Kami hadir memastikan distribusinya lancar, tepat sasaran, dan mencegah persoalan ini berkembang menjadi konflik sosial,” ujar Amru dalam keterangannya, Selasa.

Dalam silaturahmi ini, Polsek Batu Ampar menampung ​aspirasi warga secara tertib dan tidak anarkis.

Polisi juga mengawal bantuan ​distribusi air, bersih sampai ke titik yang membutuhkan tanpa keributan.

Polsek Batu Ampar juga mendukung langkah tegas Pemko dan BP Batam dalam menangani krisis air.​

Langkah jemput bola itu mendapat apresiasi dari warga Tanjung Sengkuang.

Kehadiran polisi dinilai efektif menekan tensi dan menciptakan rasa aman di tengah keterbatasan pasokan air.

​Warga berharap sinergi ini terus bertahan hingga distribusi air kembali normal sepenuhnya.

Di sisi lain, Pemko dan BP Batam juga didorong menyelesaikan akar permasalahan teknis yang terjadi.

 

Editor: Erwin Syahril