Sosial  

Jaringan Safe Migran Batam Sukses Gelar Kampanye 24HAKTPA, Dihadiri Wamen PPPA

Jaringan Safe Migran Batam
Wamen PPPA Veronica Tan, Ketua Jaringan Safe Migran Batam, Musa Mau, dan Wakapolda Kepri Bigjen Anom Wibowo dan lainnya saat membuka Kampanye 24 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (24HakTPA), di Aula Sekolah Yos Sudarso, Batam Centre, Jumat (28/11/2025). (Foto: Patrolmedia)

Patrolmedia, Batam – Jaringan Safe Migran Batam sukses menggelar Kampanye 24 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak atau 24HAKTPA yang digelar di Aula Sekolah Yos Sudarso Batam Centre, Jumat (28/11/2025) siang.

Pembukaan Kampanye ini dihadiri Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan, Wakapolda Kepri Brigjen Anom Wibowo yang juga sebagai Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Kepri beserta instansi terkait lainnya.

Ketua Jaringan Safe Migran Batam, Musa Mau, menyebut kegiatan ini menjadi penanda dimulainya gerakan bersama untuk memperkuat ruang aman bagi kelompok rentan, khususnya perempuan dan anak.

“Meski kampanye global dimulai di tanggal 25 November setiap tahunnya, kami Jaringan Safe Migran Batam memilih membuka kampanye ini di tanggal 28 November untuk melibatkan lebih banyak komunitas dan lembaga pendamping,” ujar Musa.

Kampanye ini merupakan bagian dari gerakan internasional “16 Days of Activism Against Gender Violence” yang diprakarsai Women’s Global Leadership Institute sejak 1991, dan diadopsi di Indonesia oleh Komnas Perempuan sejak 2001.

Gerakan ini menjadi momentum untuk menegaskan kembali upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan.

Di Batam, rangkaian kampanye dikembangkan menjadi “24 Hari Penuh Kasih Sayang”, yang berlangsung mulai 25 November, bertepatan dengan Hari Internasional Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan hingga 18 Desember yang juga diperingati sebagai Hari Migran Internasional.

Perpanjangan periode kampanye menjadi 24 hari disebut memiliki makna khusus.

Menurut Musa, tanggal 18 Desember menjadi pengingat akan kerentanan perempuan dan anak migran terhadap kekerasan, eksploitasi, hingga praktik perdagangan orang.

“Karena itu, seluruh kegiatan diarahkan sebagai ruang refleksi bersama,” katanya

Musa menjelaskan bahwa tahun ini Jaringan Safe Migran Batam mengusung tema “Kita Punya Andil Kembalikan Ruang Aman” untuk kampanye tersebut.

Tema ini, lanjutnya, dipilih sebagai ajakan agar masyarakat dan pemerintah ikut mengambil bagian dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari kekerasan.

“Menurut catatan kami, ada 206 korban kekerasan pada 2023 dan meningkat menjadi 209 korban pada 2024. Semua kasus itu ditangani lembaga-lembaga yang tergabung dalam jaringan,” ungkapnya.

Melihat tingginya angka kekerasan, Jaringan Safe Migran mendorong pemerintah meningkatkan kapasitas aparat penegak hukum dan aparatur negara.

Penguatan pengetahuan dan sensitivitas terhadap isu perempuan dan anak dinilai penting agar penanganan kasus semakin cepat dan tepat.