Berita  

Arianto Kogoya Ajak Mahasiswa Papua Jadi Pilar Emas Indonesia

Peran Mahasiswa Papua dalam Membangun Indonesia Emas 2045

Senator DPD RI, Arianto Kogoya, menyerukan mahasiswa Papua menjadi pilar utama pendidikan menuju Indonesia Emas 2045. Dalam Latihan Kepemimpinan Mahasiswa (LKM) di USTJ pada 8 November 2025, ia menegaskan bahwa mahasiswa adalah agen perubahan yang strategis dalam membangun daerah.

Arianto berkomitmen mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan penggunaan Dana Otsus sebesar 30 persen sesuai amanat UU. Ia juga mendorong mahasiswa aktif menyalurkan aspirasi secara produktif.

Ratusan mahasiswa Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) antusias mengikuti kegiatan LKM yang digelar di Aula USTJ, Sabtu (08/11/2025). Kegiatan ini diinisiasi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) USTJ dan menghadirkan sejumlah narasumber inspiratif, salah satunya Anggota DPD RI asal Papua, Arianto Kogoya, yang membawakan materi bertema “Peran Mahasiswa Papua dalam Bidang Pendidikan Menuju Indonesia Emas 2045.”

Dalam paparannya, Arianto menegaskan bahwa masa depan pembangunan Papua sangat bergantung pada generasi muda, khususnya mahasiswa. Ia menyebut mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang mampu mendorong kemajuan daerah melalui ide dan gagasan konstruktif.

“Kami di DPD RI akan terus mendorong peningkatan pendidikan di Papua. Namun, pemerintah daerah juga harus menjalankan amanat undang-undang, terutama terkait penggunaan dana otonomi khusus,” tegas Arianto.

Senator asal Papua Pegunungan itu menambahkan, peningkatan mutu pendidikan merupakan kunci untuk mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045. Karena itu, ia berkomitmen memperjuangkan program-program yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan di tanah Papua melalui jalur legislasi dan penyaluran aspirasi daerah.

Lebih lanjut, Arianto mendorong mahasiswa agar aktif menyalurkan aspirasi dalam berbagai bentuk, baik melalui tulisan, jurnal, dialog terbuka, maupun aksi demonstrasi yang damai dan bermartabat. “Banyak hal yang bisa dilakukan mahasiswa untuk mendukung pembangunan. Gunakan ruang-ruang aspirasi itu secara produktif,” ujarnya di hadapan peserta LKM.

Ia juga menilai kegiatan seperti LKM penting untuk membentuk karakter dan mengasah kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Menurutnya, pengalaman berorganisasi menjadi wadah pembelajaran kepemimpinan yang tidak bisa diperoleh hanya di ruang kuliah. “Ilmu pengetahuan memang didapat di kampus, tetapi soft skill dan jiwa kepemimpinan ditempa melalui pengalaman organisasi,” tuturnya.

Menutup materinya, Arianto kembali menekankan pentingnya penggunaan dana Otonomi Khusus (Otsus) sesuai amanat undang-undang, yakni 30 persen untuk pendidikan. Ia berharap mahasiswa Papua dapat menjadi generasi yang berdaya dan mampu memajukan tanah kelahirannya. “Pendidikan adalah kunci kesejahteraan. Tidak ada orang lain yang akan memajukan Papua selain orang Papua sendiri,” pungkasnya.

Kepemimpinan Mahasiswa dan Peran dalam Pembangunan

Mahasiswa Papua memiliki peran penting dalam membangun bangsa. Mereka adalah agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi nyata dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan. Dengan meningkatkan kualitas pendidikan, mereka dapat membuka peluang lebih luas bagi generasi muda Papua.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh mahasiswa antara lain:
* Aktif dalam menyalurkan aspirasi melalui berbagai media seperti tulisan, jurnal, atau dialog terbuka.
* Berpartisipasi dalam kegiatan organisasi untuk mengasah soft skill dan jiwa kepemimpinan.
* Menggunakan dana Otsus dengan bijak dan sesuai amanat undang-undang, terutama untuk pendidikan.

Selain itu, mahasiswa juga perlu memperkuat semangat nasionalisme dan kerja sama untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pembangunan. Dengan komitmen dan kesadaran akan tanggung jawab, mahasiswa Papua dapat menjadi motor penggerak menuju Indonesia Emas 2045.

Pentingnya Pendidikan dalam Pembangunan Daerah

Pendidikan adalah kunci utama dalam membangun suatu daerah. Dengan pendidikan yang berkualitas, generasi muda dapat memiliki kemampuan dan pengetahuan yang cukup untuk menghadapi tantangan di masa depan. Oleh karena itu, pemerintah dan masyarakat harus bersama-sama berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di Papua.

Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan antara lain:
* Penyediaan sumber daya yang memadai untuk sekolah dan universitas.
* Pelatihan guru dan tenaga pendidik agar lebih efektif dalam proses belajar mengajar.
* Penggunaan dana Otsus secara transparan dan akuntabel, terutama untuk pendidikan.

Dengan fokus pada pendidikan, masyarakat Papua dapat menciptakan generasi yang lebih siap dan mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah dan negara. Ini akan menjadi fondasi yang kuat untuk mencapai tujuan Indonesia Emas 2045.