Inggris, Australia, dan Kanada Kompak Mengakui Palestina, Israel Marah Besar

Kah
Gambar bendera Inggris, Australia, Kanada dan Palestina. (Foto: Kolase)

Patrolmedia, London – 3 negara Persemakmuran, yakni Inggris, Australia, dan Kanada, kompak secara resmi mengakui Palestina pada Minggu (21/9/2025).


VIDEO: Pernyataan PM Inggris yang Secara Resmi Mengakui Negara Palestina


Keputusan bersejarah ini langsung memicu kecaman keras dari Israel yang menolak tegas berdirinya negara Palestina di wilayah sengketa.

Langkah terkoordinasi ketiga sekutu lama itu mencerminkan meningkatnya kekecewaan internasional atas prilaki Israel di Gaza maupun Tepi Barat, termasuk ekspansi permukiman yang terus berlanjut.

Melansir APNews, Senin (22/9/2025), Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menegaskan, pengakuan Palestina bukan bentuk dukungan kepada Hamas, melainkan upaya menghidupkan kembali peluang perdamaian.

“Hari ini Britania Raya secara resmi mengakui negara Palestina. Ini untuk menjaga harapan perdamaian dan solusi dua negara tetap hidup,” ujarnya dalam pesan video.

“Hari ini, untuk menghidupkan kembali harapan perdamaian dan solusi 2 negara, saya menyatakan dengan tegas sebagai perdana menteri negara besar ini bahwa Britania Raya secara resmi mengakui negara Palestina,” ujar Starmer dalam sebuah pesan video.

“Kami mengakui negara Israel lebih dari 75 tahun yang lalu sebagai tanah air bagi orang-orang Yahudi. Hari ini kami bergabung dengan lebih dari 150 negara yang juga mengakui negara Palestina,” lanjut Starmer.

Reaksi Israel dan Palestina

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengecam langkah tersebut dan menganggap sebagai hadiah bagi Hamas.

“Negara Palestina tidak akan didirikan di sebelah barat Sungai Yordan. Itu tidak akan terjadi,” tegas Netanyahu.

Ia bahkan mengancam akan mengambil langkah sepihak, termasuk kemungkinan mencaplok sebagian Tepi Barat.

Netanyahu dijadwalkan menyampaikan pidato di Majelis Umum PBB sebelum menemui Presiden AS Donald Trump di Washington.

Sebaliknya, Hamas menyambut baik keputusan itu. Kelompok itu menyebut pengakuan dari Inggris, Australia, dan Kanada sebagai “buah dari perjuangan dan pengorbanan rakyat Palestina,” serta menyerukan dunia untuk mengisolasi Israel.