Batam  

Demo di DPRD, Mahasiswa Batam Sampaikan 8 Tuntutan, Salah Satunya Desak Reformasi Polri

Demo Mahasiswa Batam
Mahasiswa
Demo Mahasiswa Batam
Massa aksi demonstrasi yang tergabung dalam BEM SI, HMI Batam dan sejumlah kampus, menagih 8 tuntutan mereka saat berdialog di ruang rapat DPRD Batam, Senin (1/9/2025). (Foto: Ist)

Patrolmedia, Batam – Mahasiswa Batam yang tergabung di BEM SI Kerakyatan Sumbagut, HMI Batam, dan perwakilan kampus berunjuk rasa di gedung DPRD Kota Batam.

Dalam aksinya pada Senin (1/9/2025), mahasiswa menyampaikan 8 tuntutan terkait situasi nasional yang terjadi saat ini, salah satunya mendesak reformasi Polri.

Meski sempat memanas, aspirasi mahasiswa akhirnya diterima Ketua DPRD Kota Batam, Haji Muhammad Kamaluddin.

“Kami mengapresiasi kedatangan adek-adek mahasiswa yang menyampaikan aspirasinya. Kita juga sangat prihatin dengan kejadian di Jakarta serta berbagai daerah dan ikut berdukacita atas munculnya korban jiwa,” kata Kamaluddin, di Ruang Rapat Kantor DPRD Kota Batam, Senin (1/9/2025).

Dalam rapat, mahasiswa berdialog dengan Forkopimda Kepri dan Batam yakni Wali Kota Batam Amsakar Achmad, Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Syafrudin dan Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura.

Koordinator BEM SI Muryadi Agustiawan, mengungkap kekecewaan yang sempat di intervensi saat mengajukan surat pemberitahuan aksi.

“Kami melakukan aksi demonstrasi ini dilindungi Undang-undang. Tapi setelah saya mengantarkan surat pemberitahuan aksi ke Polresta, saya mendapatkan intervensi luar biasa sampai kepada keluarga saya,” ungkapnya.

Para gabungan mahasiswa itu juga menyampaikan 8 tuntutan yang dibacakan Ketua HMI Batam, Adriansyah Saputra.

Berikut 8 tuntutannya:

  1. Reformasi Polri dan copot Kapolri
  2. Batalkan kenaikan tunjangan DPR RI
  3. Usut tuntas kematian pengemudi ojol Affan Kurniawan
  4. Hentikan represifitas aparat
  5. Bebaskan massa aksi yang ditahan
  6. Tolak RUU KUHAP
  7. Sahkan RUU Perampasan Aset
  8. Hentikan flexing pejabat di tengah ekonomi sulit

Massa aksi juga meminta Pemko Batam untuk membatasi jam operasional truk besar yang dinilai kerap menyebabkan kecelakaan lalu lintas.