Batam  

Demo di DPRD, Mahasiswa Batam Sampaikan 8 Tuntutan, Salah Satunya Desak Reformasi Polri

Demo Mahasiswa Batam
Mahasiswa
Mahasiswa Batam
Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kepri dan Batam menerima dialog dengan massa aksi mahasiswa Batam yang tergabung di BEM SI, HMI Batam dan kampus lainnya di ruang rapat DPRD Batam, Senin (1/9/2025). (Fotk: Ist)

Respon Pejabat

Wali Kota Batam Amsakar Achmad mencoba meredam situasi. Ia mengapresiasi aksi unjukrasa mahasiswa yang datang menyampaikan aspirasinya terkait kondisi bangsa saat ini.

Menurutnya, mahasiswa punya peran penting memberikan masukan demi kemajuan Batam ke depan.

“Atas nama Pemerintah Kota Batam dan BP Batam, kami menyambut baik kehadiran adik-adik semua. Kehadiran kalian sedikit banyak akan memberikan kontribusi gagasan dan pemikiran bagaimana agar Batam semakin baik di masa mendatang,” kata Amsakar.

Ia tak menampik aksi mahasiswa bukan sekedar pertemuan biasa, melainkan bentuk apresiasi pemerintah provinsi maupun kota terhadap mahasiswa.

“Saya ingin menyampaikan terima kasih karena di tengah eskalasi yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia, Batam tetap kondusif. Hal ini menunjukkan adanya kearifan, baik di level penyelenggara maupun mahasiswa,” kata Amsakar.

Amsakar juga mempersilakan mahasiswa untuk menyampaikan pemikiran secara terbuka.

Ia berharap dialog menjadi referensi jika kepemimpinan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota memiliki respon positif terhadap kegiatan mahasiswa.

Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin juga menyoroti dinamika nasional yang memunculkan aksi anarkis di sejumlah wilayah.

Asep mengajak mahasiswa di Kepri, khususnya di Batam, untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kondusifitas daerah.

“Batam adalah daerah strategis yang menjadi perhatian banyak pihak. Kondusifitas wilayah harus kita jaga bersama agar tetap aman dan menarik bagi investor,” tegas Kapolda.

Diujung dialog, massa aksi meminta Kapolda Kepri, Wagub Kepri, dan Wali Kota Batam menandatangani 8 tuntutan mereka.

 

(Ipl/Ft)