
Patrolmedia, Jakarta – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa se-Universitas Indonesia atau BEM UI bakal berunjuk rasa kembali dengan membawa 25 tuntutan bertajuk “17+8 Tuntutan Rakyat” pada pekan ini.
Ketua BEM UI Atan Zayyid Sulthan mengatakan, penyampaian aspirasi digelar dalam waktu dekat.
Namun ia belum menyebut tanggal dan jumlah massa yang akan turun nantinya.
“Dalam waktu dekat. Aksi (demo) itu dalam waktu dekat, ada di dalam minggu ini,” kata Atan, Rabu (3/9/2025), dikutip Kompas.com.
Aksi yang digagas mahasiswa UI, lanjutnya, bersifat konstruktif dan menekankan untuk perubahan kebijakan.
“Kami tegaskan bahwa kami akan membawa aksi yang konstruktif dan juga berfokus kepada perubahan-perubahan kebijakan,” ujarnya.
Awal Mula “17+8 Tuntutan Rakyat”
Sebelumnya, ide “17+8 Tuntutan Rakyat” ramai dibahas di media sosial. Tuntutan ini merupakan rangkuman dari beragam kritik masyarakat yang muncul baik di lapangan maupun dunia maya.
Beberapa tokoh publik seperti Abigail Muria, Jerome Polin, Salsa Erwina, dan Cheryl Marella turut mendorong wacana ini melalui unggahan di media sosial.
Kemudian, “12 Tuntutan Rakyat Menuju Reformasi Transparansi & Keadilan” di situs change.org telah ditangatangani 40.000 orang lebih yang juga dimasukkan dalam agenda tersebut.
Sejumlah tuntutan terbaru, termasuk dari aksi buruh pada 28 Agustus 2025 dan pernyataan sikap Center for Environmental Law & Climate Justice UI, masuk dalam agenda besar.
Berikut 25 Tuntutan Mendesak yang rencananya akan ditargetkan pada 5 September 2025:
Kepada Presiden Prabowo
- Bentuk tim investigasi independen terkait kasus Affan Kurniawan, Umar Amarudin, dan korban kekerasan aksi demo pada tangal 28–30 Agustus 2025.
- Hentikan keterlibatan TNI dalam pengamanan sipil, kembalikan ke barak.
Kepada Polri
- Bebaskan seluruh demonstran yang ditahan tanpa kriminalisasi.
- Tangkap dan adili aparat yang melakukan kekerasan secara transparan.
- Hentikan kekerasan oleh polisi, taati SOP pengendalian massa.






















